oleh

Nasib Pilu Pedagang Pasar Tanjung Morawa Semasa Pandemi Covid-19

Pendapatan pedagang Pasar Tanjung Morawa berkurang selama pandemi Covid-19. Menyusul masih belum membaiknya daya beli masyarakat. Pendapatan pedagang Pasar Tanjung Morawa berkurang lebih dari 50 persen selama pandemi Covid-19. Di Pasar Tanjung Morawa, pedagang mengakui mengalami sepi pembeli yang membuat rugi karena dagangannya tak habis terjual.

Mereka terpaksa mengurangi kebutuhan rumah tangga dan konsumsi makanan untuk berhemat. Selama pendemi Covid-19, mereka berdagang dengan modal seadanya ditambah kekhawatiran dagangannya tak terjual.

Siswadi (41) seorang pedagang telur ayam menyampaikan keresahan yang ia rasakan selama berjualan di masa pandemi Covid-19.

“Kita sendiri juga takut sebenarnya sebagai pedagang bertemu langsung dengan pelanggan, tetapi kalau kita ikuti ketakutan ini, mau makan dari mana keluarga kita,” kata Siswadi.

Hazizi (48) seorang pedagang beras juga mengeluhkan hal sama. Dalam kondisi normal, Hazizi mampu menjual hingga 40  karung beras dalam sehari di tokonya. Kini, dia mengaku berasnya hanya laku 5-10 karung beras saja per hari di tengah pasokan yang cukup dan harga yang stabil.

BACA JUGA:  Bupati Asahan: Afkab Harus Mampu Mencetak Atlet Futsal Berprestasi

“Sepinya karena kondisi lingkungan pasar yang amburadul, ditambah corona. Itu yang paling mempengaruhi pedagang” kata Hazizi.

Para pedagang berharap adanya stimulus bantuan dari pemerintah yang merata, karena mereka mengakui bantuan yang diberikan pemerintah selama ini masih ada yang belum tepat sasaran.

Pengirim: Alfi Syahrin

Komentar

News Feed