Amatan penulis, Senin (25/1/2021), sejumlah PKL di Pasar Limper tetap tersenyum berjualan, walaupun harus berhadapan dengan Covid 19 dan disiplin masyarakat yang kurang terhadap protokol kesehatan. Banyak pembeli maupun pedagang sendiri tidak menerapkan protokol kesehatan.
Diakui pedagang, dampak pandemi sangat berimbas pada sektor pendapatan para PKL. Para pedagang merasakan rugi akibat menurunnya daya beli.
Seperti yang dialami Minarti pedagang aneka bumbu dapur yang mengaku sulit mendapatkan pendapatan yang normal.

“Sekarang ini sulit kali, biasanya bisa dapat Rp 400 sampai Rp 500 ribuan, saat ini dapat Rp 200 ribu aja susah,” katanya yang mengaku tidak pernah dapat bantuan pemerintah.
Hal yang sama juga dialami Siagian, seorang pedagang yang juga merasakan kesulitan ekonomi saat pandemi. Dia telah berdagang sudah 10 tahun dan saat pandemi ini penjualan merosot derastis. Namun, ia tetap semangat jualan.
“Pendapatan merosot drastis, jauh beda sebelum pandemi. Sekarang yang beli khusus pelanggan saja, namun kalau untuk pembeli-pembeli lain itu tidak ada, ” ucap Siagian yang berdagang hingga menjelang malam hari untuk menyiasati tambahan pendapatannya. Dia juga berharap pandemi Covid-19 cepat berakhir.
Pengirim: Bobby Martin Muhammad











Komentar