ASPERINDO Sumut Tegaskan Empat Isu Strategis di Rapimprov Kadin Sumut 2024
Medan – Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman, Pos, dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) Sumatera Utara (Sumut), Fikri Al-Haq Fachryana, hadir sebagai Anggota Luar Biasa (ALB) dalam acara Silaturahmi Kadin Provinsi se-Sumatera sekaligus Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Sumut 2024.
Acara ini berlangsung megah di Grand Ballroom Adimulia Hotel, Medan, Senin (25/11/2024), dengan tema besar “Kadin Bersatu Ekonomi Maju” dan subtema “Sinergitas Kadin & Pemerintah dalam Peningkatan Infrastruktur, Swasembada Pangan, serta Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045”.
Perwakilan Asperindo Sumut yang hadir Sekretaris Manda, Kabid Kerjasama bisnis Zulham Efendi Siregar dan Ketua DPD Toba, Tapanuli dan Nias (Totana) Julpan Tambunan.
Kolaborasi Multisektor untuk Sumut Maju
Acara ini menjadi momentum penting bagi kolaborasi lintas wilayah dan sektor, dihadiri oleh Ketua Kadin Sumut Dida Firsal Mutiara, senior Kadin Sumut Ivan Iskandar Batubara, Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Sumut M. Dayat Batubara, serta perwakilan Kadin daerah se-Sumatera. Tidak ketinggalan, Forkopimda Sumut, Gubernur, Walikota Medan Bobby Afif Nasution, dan tokoh-tokoh penting lainnya turut menyemarakkan forum ini.
Dalam sesi khusus, Ketua Asperindo Sumut Fikri Al-Haq Fachryana mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan menyampaikan pandangan strategis di hadapan para pemimpin Kadin dan pemerintah. “Alhamdulillah, forum ini sangat strategis bagi kami. Kami bersyukur ASPERINDO diberi ruang untuk berkontribusi dan menyampaikan aspirasi demi kemajuan sektor logistik di Sumatera Utara,” ungkap Fikri.
Empat Isu Strategis Logistik Sumut
Dalam kesempatan tersebut, ASPERINDO Sumut menyoroti empat isu penting yang memerlukan perhatian bersama:
1. Kualitas SDM Logistik
Sumatera Utara belum memiliki perguruan tinggi khusus di bidang logistik, sehingga riset dan pengembangan teknologi logistik masih sangat minim. ASPERINDO mendorong pemerintah dan Kadin untuk mendukung pembukaan program studi logistik guna mencetak SDM kompeten di bidang ini.
2. Infrastruktur dan Keamanan Transportasi
Masalah infrastruktur jalan, ancaman bajing loncat, pungli, dan begal menjadi kendala serius bagi SLA (Service Level Agreement) logistik. ASPERINDO mendesak pemerintah provinsi dan Forkopimda untuk mengambil langkah tegas dalam menangani permasalahan ini.
3. Biaya Logistik yang Tinggi
Kenaikan harga kargo udara di Bandara Kualanamu menyebabkan lonjakan tarif pengiriman. ASPERINDO berharap restrukturisasi BUMN pengelola kargo dapat menekan biaya, bukan sebaliknya.
4. Aturan Logistik yang Belum Memadai
Saat ini, regulasi logistik di Indonesia masih kurang komprehensif. ASPERINDO bersama Kadin mendorong pemerintah untuk segera menerbitkan peraturan tentang Sistem Logistik Nasional agar ekosistem logistik semakin terintegrasi.
Optimisme Menuju Indonesia Emas 2045
Melalui forum ini, Fikri menyampaikan keyakinannya bahwa sinergi antara Kadin, pemerintah, dan pelaku usaha seperti ASPERINDO dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri logistik di Sumatera Utara. “Semoga ikhtiar ini diridhoi Allah untuk kemajuan anggota Kadin dan ASPERINDO Sumut serta masyarakat luas,” tutupnya.
Forum ini membuktikan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, menuju Indonesia Emas 2045.











