oleh

Visi Bersama untuk Keberlanjutan

*Visi Bersama untuk Keberlanjutan*

“Partisipasi PTAR dalam Asian Primate Symposium menegaskan komitmen kami terhadap pelestarian keanekaragaman hayati Sumatera, sekaligus memastikan praktik tambang yang berkelanjutan,” ungkap Mahmud Subagya, Manager Environmental PT Agincourt Resources kepada wartawan usai sesi presentasi.

“Dengan memadukan penelitian inovatif dan kolaborasi masyarakat, kami berupaya menciptakan dampak jangka panjang yang bermanfaat bagi satwa liar dan komunitas sekitar,” katanya.

BACA JUGA:  Membangun “Tugu Lemang” : Gagasan Cerdas Pj Walikota Moettaqien Hasrimi di HUT ke-107 Tebingtinggi

PTAR terus menetapkan standar dalam praktik pertambangan berkelanjutan dan konservasi lingkungan, serta mengundang para pemangku kepentingan dan pemerhati konservasi untuk bersama-sama melindungi kekayaan ekologi Sumatera yang berharga.:

*Kolaborasi Multipihak
PTAR secara aktif*

PT AR menerapkan pendekatan kolaboratif dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat, untuk mencegah perburuan liar dan perdagangan satwa liar. Pendidikan dan penyebaran informasi tentang pentingnya pelestarian satwa menjadi salah satu prioritas.

BACA JUGA:  Ketua Kadin Padangsidimpuan Ucapkan Terima Kasih kepada UNPAB atas Gelar Magister yang Diraih

Selain penelitian dan pemasangan jembatan arboreal, PTAR juga menjalankan program rehabilitasi dan reklamasi area tambang menggunakan teknik inovatif seperti penerapan temuan studi mikoriza.

PTAR telah mendirikan Laboratorium Mikologi, Biodiversity, dan Mikrobiologi untuk mendukung program pengelolaan lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Perusahaan telah melakukan survei biodiversitas flora dan fauna di area hutan sekitar tambang dan melaksanakan pengayaan tanaman lokal serta pakan primata di area konservasi seperti TMF East dan Aek Pahu

BACA JUGA:  Syaiful Syafri : Pengurus FK PKBM Sumut Harus Mampu Menata PKBM Sesuai Peraturan Perundang-undangan

Panel Penasihat Keanekaragaman Hayati
Panel Penasihat Keanekaragaman Hayati (Biodiversity Advisory Panel/ BAP) dibentuk pada 2020, terdiri dari Dr Rondang Siregar, Dr Sri Suci Utami Atmoko, Dr Puji Rianti, dan Dr Onrizal, masing-masing dengan keahlian di bidang habitat dan fauna (khususnya orangutan), dan konservasi ekosistem.

News Feed