oleh

Guru SD Butarbutar Dibunuh, Pelaku Tinggalkan Jejak

TOBA – Guru SD Butarbutar ditemukan meregang nyawa. Inilah yang dialami Lisbet Martalena Butar Butar (48) seorang guru Sekolah Dasar (SD) yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Dia tewas bersimbah darah di rumahnya di Dusun I Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba, Senin (24/5/2021) sekira pukul 08.30 WIB.

Kapolres Toba, AKBP Akala Fikta Jaya menuturkan, korban diduga dibunuh, karena ditemukan lumuran darah di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Selain itu ditemukan bekas tapak kaki bekas berjaran di lantai rumah korban sampai ke teras,” sebutnya.

BACA JUGA:  Peringati Hari Sumpah Pemuda 2020, Edi Bahagia Gelar Turnamen Catur dan Billyar Rebutkan Piala Bupati Langkat

Polisi mengatakan, saksi-saksi dalam peristiwa berdarah Guru SD Butarbutar itu yakni, Marudut Butar Butar (49), Rita Tambun (48) dan Jaya Butar Butar, ketiganya merupakan warga yang sama dengan korban.

Menurut Kapolres, pihaknya sudah melakukan olah TKP, termasuk mengamankan barang bukti dan memintai keterangan para saksi-saksi. Termasuk mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit (RS) untuk proses visum et revertum (VER).

Tak Seperti Biasanya

Info di sekitar lokasi tempat kejadian perkara (TKP) dari Kepala Desa (Kades) Lumban Lobu Torang Sitorus mengatakan, peristiwa dugaan pembunuhan terhadap Lisbet Marta Lena Butarbutar ini diketahui saat tetangga korban sedang menggiling padi tepat di depan rumah korban.

BACA JUGA:  Bobby Nasution Tepati Janji, Dinas Pertanian Perikanan Buka Posko di Medan Utara

Tidak seperti biasanya, pintu rumah korban masih terbuka padahal sudah siang hari. Dimana biasanya korban sudah pergi ke sekolah melaksanakan kegiatan rutinnya.

“Saat itulah anak daripada tukang giling padi itu melihat ke dalam rumah korban, dan menyaksikan bahwa korban sudah bersimbah darah dan tidak bernyawa lagi. Sontak dia teriak histeris sambil memberitahukan peristiwa itu kepada warga sekitar. Dugaan pembunuhan ini mungkin dilakukan sekitar subuh. Karena darah si korban masih basah di lantai,” ucap Kades.

BACA JUGA:  Ketua MUI Labura Tewas Dibunuh

“Jenazah korban sudah dibawa untuk dilakukan otopsi di Rumah Sakit Siantar, dan kita sedang melakukan proses penyidikan serta mencari saksi-saksi yang mengetahui. Selanjutnya melakukan penyidikan untuk mengejar pelakunya,” terang polisi.

Disebutkannya, di TKP ditemukan jejak kaki manusia bercap darah diduga milik pelaku,… Baca Selanjutnya di www.topmetro.news

Komentar

News Feed