Selain meresmikan Masjid Agung Syahrun Nur yang telah menjadi ikon Kabupaten Tapsel, juga dilakukan peresmian monumen Dana Rakca dan Pena Emas yang merupakan penghargaan kepada Kabupaten Tapsel atas pengelolaan keuangan daerah dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualiab (WTP) 5 kali secara berturut-turut dan peresmian Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang sekaligus mengukuhkan pengurus MUI Tapsel.
Peresmian tersebut dihadiri Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu, Wakil Bupati Tapsel Aswin Efendi Siregar, Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, Wakil Walikota Padangsidimpuan Arwin Siregar Ketua DPRD Tapsel Husin Sogot Simatupang, Ketua DPRD Padangsidimpuan Siwan Suswanto, Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj, Ketua MUI Tapsel Ustadz H.Ahmad Gozali Siregar, Ketua MUI Padangsidimpuan Ustadz Zulfan Efendi Hasibuan, Sekda Tapsel Parulian Nasution, para Asisten, Staf Ahli, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, OKP dan undangan lainnya.
Acara yang berlangsung di halaman masjid Agung Syahrun Nur dilaksanakan dengan Protokol Kesehatan Covid-19. Selain wajib memakai masker para undangan menduduki kursi yang sudah diatur panitia dengan jarak lebih kurang satu meter.
Pada kesempatan itu, Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu, dalam sambutannya mengatakan, pembangunan Masjid yang cukup megah ini, memakan waktu hampir tiga tahun, dimana bangunan Masjid tersebut diselesaikan dalam waktu dua tahun, sedangkan dibagian luarnya dilanjutkan dalam tahun ketiga.
“ Demi mewujudkan suatu rencana pembangunan termasuk membangun Masjid, bukanlah hal yang mudah karena perlu dukungan dari berbagai pihak dan perencanaan yang matang agar suatu program dapat terlaksana dengan baik, “ ujar Syahrul.
Bupati juga meminta kepada penerusnya nanti maupun pegawai dan masyarakat setempat untuk dapat merawat dan memakmurkan Masjid Agung Syahrun Nur ini. Sedangakan bagi pegawai yang sebelumnya melaksanakan Shalat Jum’at di sekitar perkantoran, agar kedepannya untuk Shalat Jum’at di Masjid Agung Syahrun Nur, “ harahp Syahrul.
Syahrul menceritakan, pembangunan Masjid ini dimulai pada April 2018, dengan ukuran bangunan Masjid Agung Syahrun Nur ini sekitar 3 ribu meter persegi dengan luas lahan lebih kurang 2 ribu meter dan mampu menampung sekitar 2.350 jamaah.
Di dalam masjid sendiri bisa menampung lebih kurang 760 jamaah dan teras masjid 560 jamaah, sedang out door diperkirakan mampu menampung seribu jamaah, serta dilengkapi berbagai fasilitas pendukung mulai ruang parkir untuk kendaraan roda dua, roda empat dan bus yang diperkirakan mencapai 222 lot.
“ Selain menjadi kebanggaan Tapsel, Masjid ini kedepan dijadikan pusat pemberangkatan para Jamaah Calon Haji Tapsel yang dilepas dari halaman Masjid yang dikelilingi taman-taman indah yang ditumbuhi berbagai varian flora yang cukup indah dipandang mata, “ katanya.
Sebelumnya Anggota Komisi XI DPR RI H. Gus Irawan Pasaribu mengapresiasi kepada Bupati Syahrul atas berbagai capaian pembangunan di masa jabatannya sebagai Bupati Tapsel dua periode dan ini sebuah legesi yang akan dikenang selama masa kepemimpinannya.
Oleh karena itu, kesuksesan pembangunan yang ditorehkan Bupati Syahrul M Pasaribu ini merupakan tantangan bagi pemimpin berikutnya untuk menjadikan Tapsel kearah yang lebih baik lagi, “ ujar Gus Irawan.
Sementara Ketua DPRD Tapsel Husin Sogot Simatupang mengatakan, Masjid Agung Syahrun Nur dibangun dalam kondisi keuangan yang sangat sulit secara nasional, namun kesulitan itu dapat diatasi dengan dibuktikan selesainya pembangunan Masjid tersebut.
“ Merencanakan pembangunan dapat dilaksanakan dengan mudah dan membangunnyapun tidak terlalu sulit, akan tetapi lebih sulit lagi yaitu menjaga dan merawat serta memakmurkannya, “ kata Sogot. (RI)












Komentar