oleh

Vaksin dan Prokes Pemulihan Ekonomi Indonesia Setelah Pandemi

Dikatakan Menteri Perekonomian Dr. Ir.Airlangga, meski di berbagai propinsi kasus masih tinggi tapi penanganan covid  secara nasional semakin  baik. Dari segi penanganan covid, tingkat kesembuhan sudah cukup baik dan ekonomi semakin lebih baik. Perdagangan di bulan Oktober sudah positif, dimana eksport lebih tinggi daripada import.

Erlangga menyebutkan  1,2 juta vaksin sudah ada di Indonesia ditambah  1,8 juta vaksin sinovac pada tahun depan. Sehingga membuat masyarakat merasa nyaman. Jika sudah merasa aman, maka masyarakat akan kembali berktifitas dan perekonomian akan lebih baik lagi. Karena daya beli konsumen tinggi setelah merasa aman dan vaksin diberikan secara gratis kepada masyarakat.

“Untuk pemulihan pandemic covid dan ekonomi adalah vaksinasi,” jelas Erlangga.

Demikian disampaikan Menteri Perekonomian dalam forum diskusi di FJPP secara virtual Kamis (24/12). Dari segi penanganan Covid, hadir sebagai narasumber Letjen TNI Doni Monardo Selaku ketua Satgas Penanganan Covid 19 (Kepala BNPB).

Menurut Doni, masyarakat tak perlu takut berlebihan, tetaplah waspada selama mengikuti protokoler kesehatan disiplin menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan di air mengalir maka penyebaran covid akan bisa dicegah. “Masyarakat jangan kendor, disiplin mengikuti prokes menjadi hal yang paling utama dalam pencegahan covid “ katanya.

BACA JUGA:  Global Tourism Forum  Annual Meeting, Bali dibanjiri CEO Industri Pariwisata Dunia dari Berbagai Negara

Pemerintah dalam pencegahan penyebaran covid telah membatasi hari libur, dan memberlakukan peraturan yang ketat seperti  melakukan swab antigen. Pelabuhan dan Angkasapura  berhasil menjaring beberapa kasus, karena kasus  OTG hampir 80 persen. Untuk itu dihimbau kepada masyarakat agar lebih sadar diri, karena penanganan covid tidak bisa dilakuakn oleh satu orang tapi secara bersama sama.

Menteri Perekonomian optimis Indonesia akan menyusul Negara lain untuk keluar dari pandemic karena tingkat penyembuhan mengalamikenaikan. Sehingga kerjasama perekonomian dengan Negara lain segera berjalan untuk pemulihan ekonomi nasional. Dalam penanggulangan banguan, pemrintah bekerjasama dengan Bank Indonesia sehingga tidak membebani anggaran pemerintah.

BACA JUGA:  Simak Dampak Kekurangan Zat Besi bagi Kecerdasan Anak

Doni juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap disiplin mengikuti prokes dan menghargai relwan juga tenaga kesehatan yang telah banyak berkorban selama pandemic. Sebagai warga Negara Indonesia wajib Bela Negara.  Di masa pandemic yang belum berakhir mematuhi prokes merupakan salah satu cara Bela Negara, jelasnya.

“Masyarakat menjadi ujung tombak dan tenaga kesehatan menjadi benteng terakhir” (RH)

Komentar

News Feed