oleh

Inovasi Desni Maharani Jadikan Sekolah Gratis Bobby Nasution Diyakini Lebih Berdaya Guna

Inovasi Desni Maharani Jadikan Sekolah Gratis Bobby Nasution Diyakini Lebih Berdaya Guna

Oleh Zulfikar Tanjung

Program unggulan bersekolah gratis tidak cukup hanya digratiskan biayanya, tetapi juga harus dilengkapi pendukung mutu belajar mengajar. Di sinilah peran Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut di bawah kepemimpinan Desni Maharani Saragih, S.STP. menjadi krusial.

Memamg, program yang dicanangkan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat.

Bebas biaya SMA, SMK, dan SLB Negeri mulai Juli 2026 nanti, secara bertahap, dimulai dari Kepulauan Nias. akan membuka jalan bagi anak-anak dari berbagai latar belakang untuk menempuh pendidikan tanpa hambatan finansial. Namun, program unggulan ini tidak boleh berhenti sebatas pembebasan biaya.

Sebab, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan dari akses masuk sekolah, melainkan juga kualitas proses belajar mengajar. Output yang diharapkan bukan sekadar ijazah, tetapi lahirnya sumber daya manusia (SDM) Sumatera Utara yang tangguh, cerdas, dan berkarakter.

BACA JUGA:  Erwin Harahap Cepat Tanggap Perintah Bobby Nasution: Tiada Hari Tanpa Berita

Di titik inilah, peran Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara menjadi kunci. Kepala Dinas, Desni Maharani Saragih, S.STP., menegaskan pihaknya tidak tinggal diam dalam mengawal mutu program sekolah gratis.

“Dinas Perpustakaan dan Arsip mendukung penuh program unggulan Gubernur. Sekolah gratis adalah langkah penting memastikan setiap anak di Sumut mendapatkan hak pendidikan tanpa hambatan biaya. Namun, keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya dengan membebaskan biaya. Kami hadir untuk memastikan program ini juga dilengkapi kualitas layanan dan literasi, agar hasilnya benar-benar berdaya guna,” ujar Desni Maharani.

*Inovasi Pendukung*

BACA JUGA:  Yuliani Siregar dan Kolaborasi Sumut Berkah: Jalan Menuju Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan

Dinas Perpustakaan telah menyiapkan berbagai inovasi. Di antaranya layanan perpustakaan keliling dan perpustakaan sekolah terpadu yang menjangkau hingga desa terpencil, sehingga anak-anak tetap bisa membaca dan belajar meski akses sekolah terbatas. Program pinjam pakai buku untuk sekolah rakyat di Deli Serdang pun telah berjalan.

Selain itu, sudah tersedia 16 pojok baca di kabupaten/kota, serta bahan bacaan digital di 11 daerah yang bisa diakses siswa melalui e-book, seiring hadirnya layanan Wi-Fi gratis dari Dinas Kominfo. Tak berhenti di situ, pelatihan literasi kreatif juga digalakkan: penulisan resensi buku bagi SMA, animasi kartun bagi SMP, hingga kegiatan membaca kreatif bagi anak SD. Program safari literasi dan literasi keluarga bekerja sama dengan PKK, Dharma Wanita, dan komunitas literasi juga terus digerakkan.

BACA JUGA:  Honda Tak Salah ‘Depak’ Alex Marquez ke Tim Satelit

Semua ini membuktikan, sekolah gratis bukan semata-mata soal gratis biaya, tetapi bagaimana isi dan kualitasnya bisa menyiapkan anak-anak Sumut menghadapi masa depan. Dengan kolaborasi pemerintah, sekolah, perpustakaan, dan masyarakat, cita-cita melahirkan generasi cerdas, berbudaya literasi, berkarakter, dan berdaya saing bukan hal yang mustahil.

Di sinilah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution menemukan relevansinya. Dengan visi besar menghadirkan pendidikan gratis yang bermutu, ia mampu menggerakkan OPD-OPD strategis seperti Dinas Perpustakaan agar tidak hanya mendukung secara administratif, tetapi benar-benar berkontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan. Bila sinergi ini konsisten, Sumatera Utara bukan hanya mewujudkan sekolah gratis, tetapi juga melahirkan generasi emas yang siap mengangkat martabat daerah dan bangsa. *( penulis bersertifikat wartawan utama dewan pers)*

News Feed