MEDAN – Pedagang masker seputaran Kota Medan mengeluh menurunnya omset penjualan. Hal itu terjadi, setelah adanya imbauan pemerintah agar tidak menggunakan masker scuba atau buff.
Sebelumnya melalui kanal YouTube, Selasa (15/9/2020), Sekretariat Presiden, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa masker buff terlalu tipis. Sehingga kemungkinan virus untuk tembus lebih besar.
“Masker scuba atau buff adalah masker dengan satu lapisan saja dan terlalu tipis. Sehingga kemungkinan untuk tembus lebih besar,” ucapnya.
Omset Masker Menurun
Dengan adanya imbauan tersebut membuat hasil penjualan masker scuba pun menurun. Seperti pengakuan salah seorang pedagang masker, Amin (46), warga Jalan Aksara Medan.
Ia mengatakan sudah mengetahui mengenai imbauan tersebut. Kemudian akibatnya, kata dia, bahwa dengan adanya imbauan tersebut membuat hasil penjualannya menurun.
“Iya aku udah tahu tentang imbauan itu. Orang banyak bilang tentang beritanya itu, jadi penjualan pun menurun. Yah aku cuma bisa pasrah aja lah,” ucapnya, Kamis (24/9/2020).
Amin mengatakan jika sebelumnya masyarakat lebih banyak membeli masker berbahan scuba ini pada tempat dagangannya. Namun sekarang masyarakat lebih memilih membeli masker yang berbahan kain.
“Biasanya yang scuba ini yang paling laku. Tapi sekarang lebih laku yang bahan kain daripada scuba ini,” ucapnya.
Jika biasanya bapak tiga orang anak ini bisa menjual masker hingga Rp600 sampai 700 ribu perhari, sekarang laku Rp100 ribu saja susah. “Pertama jualan banyak kali lakuku. Satu hari bisa laku 600-700 ribu. Tapi kalau sekarang 100 ribu aja payah kali,” ucapnya.
Sedangkan seorang pembeli Nova (32), mengaku belum mengetahui tentang imbauan dari pemerintah mengenai tidak menggunakan masker berbahan scuba. Nova mengatakan bahwa sekarang harga masker turun drastis dari harga saat pertama kali,… Baca Selanjutnya di www.topmetro.news












Komentar