oleh

Ketua DPRD Medan Minta Rincian Penambahan Anggaran Bawaslu

Medan – Penambahan anggaran yang diajukan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kota Medan sebesar Rp4,1 miliar untuk Alat Pelindung Diri (APD) menuai pertanyaan di kalangan masyarakat. Apalagi saat ini kondisi perekonomian terganggu akibat Pandemi Covid-19. Menyahuti itu, Ketua DPRD Medan Hasyim SE mengakui, Bawaslu merupakan bagian dari penyelenggara pemilu. Untuk mensukseskan Pilkada 2020, sudah seharusnya tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti penggunaan handsanitizer, masker, sarung tangan, menjaga jarak dan lainnya.

BACA JUGA:  Pemko Medan Buka 151 Titik Pasar Murah, Penyalahgunaan Wewenang Pasti Dapat Sanksi Berat

“Memang dulu sebelum Covid-19, Bawaslu tidak menganggarkan pengadaan APD untuk Pilkada 2020. Nah, untuk sekarang ini memang sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan di tengah Pandemi covid-19,” ujar Hasyim pada wartawan di ruangannya, Rabu (22/7/2020).

Namun untuk tambahan anggaran Rp4,1 miliar, pimpinan dewan ini menilai anggaran tersebut cukup besar. “Harus dilihat dulu apa saja kebutuhannya, berapa banyak petugas yang menggunakan. Mungkin juga ini untuk Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam).

BACA JUGA:  Nawal Berbagi Tips Cantik dan Sehat Selama Puasa

Tapi harus jelas dirincikan berapa banyak yang menggunakan. Disini kita minta Pemko Medan mengkaji lebih dalam kebutuhan-kebutuhan seperti itu. Karena banyak juga kebutuhan untuk bantuan sosial ke masyarakat yang terdampak pandemi,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan itu.

Pengajuan Bawaslu Medan

Sebelumnya diberitakan, Bawaslu Kota Medan mengajukan tambahan anggaran ke Pemko Medan sebesar Rp4,1 miliar untuk APD. Baca selanjutnya di (www.topmetro.news)

Komentar

News Feed