oleh

Ephorus Robinson Butarbutar Buka Konferensi Perempuan HKBP di Pearaja

PEARAJA – realitasonline.id | Ephorus Huria Keristen Batak Protestan (HKBP) DR Pdt Robinson Butarbutar membuka Konferensi Perempuan HKBP ke-IX Tahun 2021. Mengusung tema “Aku telah memilih dan menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah” dan sub tema “Peran transformatif perempuan HKBP dalam pelayanan gereja”.

Konferensi HKBP ke-IX, di gedung Raja Pontas Lumbantobing, Pearaja – Tarutung dilaksanakan secara semi-virtual, Rabu (24/3).

Seyogianya, konferensi ini dilaksanakan tahun lalu, tetapi karena pandemi Covid-19 yang merebak saat itu, konferensi tidak dapat dilaksanakan. Saat ini, masih di tengah pandemi dan kenormalan baru, dihelat semi virtual dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Ephorus HKBP, Robinson Butarbutar dalam kata pembuka mengatakan konferensi sangat penting di HKBP, selain sebagai wadah yang sangat strategis untuk pemberdayaan perempuan HKBP demi meningkatkan pelayanan dan keterlibatan
aktifnya dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat secara terorganisir.

BACA JUGA:  Gubsu Tandatangani Pemberlakuan PPKM 21-26 Juli 2021

Kemudian masih sebut ephorus, Konferensi mendiskusikan pemikiran-pemikiran, rumusan-rumusan program, dan langkah-langkah strategis perempuan agar mereka dapat menjalankan peran pelayanan dan kepemimpinannya di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat.

Peserta konferensi juga membahas isu-isu yang dihadapi perempuan dalam gereja dan masyarakat di masa kini, seperti masalah KDRT, perdagangan orang (human trafficking), kemiskinan, kesehatan, pendidikan, akses kepemimpinan, akses perempuan dalam berbagai bidang kehidupan yang belum setara.

BACA JUGA:  Kemendagri Launching e-Perda, SIMUDAH dan SILPPD Dalam Peringatan Hari Otonomi Daerah

Dari berbagai pembahasan serta rumusan dari konferensi, diharapkan nanti para perempuan dapat ikut mewujudkan visi HKBP “Menjadi Berkat bagi Dunia” pungkas DR Robinson Butarbutar.

Dihari kedua, besok Kamis (25/3) peserta memilih kepengurusan Konfrensi Perempuan HKBP, periode 2020-2024. (MN)

Komentar

News Feed