Hampir 2.900 Jamaah, Kenaziran Teguhkan Masjid Agung Medan sebagai Ikon Religius Sumut
MEDAN — Selama lima hari pelaksanaan berbuka puasa bersama yang digelar Badan Kenaziran Masjid Agung Medan, jumlah jamaah yang hadir diperkirakan telah mencapai hampir 2.900 orang. Ini semakin meneguhkan posisi Masjid Agung sebagai ikon keumatan di Sumatera Utara.
Sekretaris Badan Kenaziran Masjid Agung Medan, H. Yuslin Siregar, didampingi H. Indra Utama, saat menyapa jamaah pada hari kelima, Senin (23/2/26), menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan masyarakat yang terus meningkat.
“Alhamdulillah, dalam lima hari ini jumlah jamaah yang hadir makin banyak. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik. InsyaAllah seluruh jamaah yang datang akan tetap terlayani dengan baik,” ujarnya.
Data evaluasi kenaziran mencatat, pada hari pertama jumlah jamaah sekitar 350 orang, hari kedua 500 orang, hari ketiga 700 orang, hari keempat menembus lebih dari 1.000 orang, dan hari kelima sekitar 350 orang. Fluktuasi tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menjadikan Masjid Agung sebagai destinasi utama berbuka puasa bersama.
Meski jumlah kehadiran terus meningkat, suasana tetap tertib dan terorganisir. Para petugas telah menyiapkan paket berbuka secara sistematis, sehingga jamaah dapat duduk bersila berbaris dengan rapi. Nuansa religius terasa kuat ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema menjelang azan Maghrib, menghadirkan ketenangan di tengah ramainya kehadiran umat.
Yang menarik, kegiatan berbuka puasa ini sepenuhnya didukung para donatur dan tidak menggunakan dana dari kotak infak masjid.
Para donatur antara lain H. Musa Idishah atau Dodi (Bendahara Kenaziran), H. Indra Utama, H.T. Soelaiman, H. Yuslin Siregar (Sekretaris), H.T. Dzulmi Eldin, H Suhardi SE Aroma, Aldi Subartono, H Chandra Lubis ALS dan Azis Balatif, bersyukur atas antusias jamaah.
Dukungan yang berkesinambungan dari para dermawan dinilai menjadi salah satu faktor utama keberlangsungan dan kualitas pelayanan berbuka puasa bersama.
Akumulasi hampir 2.900 jamaah dalam lima hari bukan sekadar angka statistik. Ia menjadi indikator kuat bahwa Masjid Agung Medan kian kokoh sebagai simbol kebersamaan, kepercayaan, dan semangat berbagi di bulan suci Ramadan.
Antusiasme tersebut terlihat konsisten sejak hari pertama Ramadan dan terus menunjukkan dinamika yang menggembirakan. Setiap sore, masyarakat dari berbagai penjuru Kota Medan hingga sejumlah kabupaten/kota sekitar berbondong-bondong memadati lantai dasar masjid untuk merasakan suasana berbuka yang khidmat dan penuh kekeluargaan











