MEDAN – realitasonline.id | LPPM Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah gelar pengabdian kepada masyarakat (PKM) tahun 2020 di Kelurahan Tualang Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdangbedagai.
Dr Nelvitia Purba SH MHum yang bertindak sebagai narasumber pada penjelasannya, Rabu (23/12/2020), mengatakan kegiatan PKM tersebut sudah dilaksanakan pada
Selasa (22/12/2020), dihadiri lurah Tualang, Prayitno SH, kepala lingkungan, Tim Penggerak PKK, kader penggerak masyarakat, organisasi kepemudaan Karang Taruna, lembaga mitra kelurahan yakni LPMK, pemuka masyarakat dan tokoh agama, al ustad Sutikno dan ustad Arfanuddin.
Dikatakan Nelvitia, PKM yang dilakukan LPPM UMN Al Washliyah ini mengangkat tema masyarakat dengan kearifan lokal untuk mencegah Covid-19.
“Kita menggali dan melakukan pembahasan dengan kearifan lokal yang merupakan ciri khas dari Kelurahan Tualang sebagai dasar untuk mencegah Covid-19,” kata Nelvitia yang menyebutkan di era pandemi Covid-19 dan memghadapi adaptasi kebiasaan baru, pihak LPPM akan berbagi pengalaman kepada warga Tualang bagaimanapun masyarakat di sini bisa tetap sehat dengan mengedepankan potensi kearifan lokal serta sumber daya yang ada.
Pihak LPPM UMN Al Washliyah, kata Nelvitia, melihat bahwa warga Tualang gemar berolahraga baik kelompok muda (anak-anak dan remaja), pemuda, kelompo ibu-ibu maupun bapak-bapaknya serta kelompok lanjut usia (Lansia).
“Olahraga di tengah pandemi Covid-19 ini sangat cocok untuk meningkatkan imunitas tubuh dan menjaga kesehatan. Kami dari LPPM mendorong warga untuk rutin berolahraga,” ujarnya.
Di sisi lain, LPPM juga mengenalkan makanan sehat yang bergizi dengan memanfaatkan tanaman sayuran di pekarangan rumah. Selain itu juga kami mendorong warga menanam tanaman obat di halaman rumahnya sebagai bahan baku utama jamu dan minuman herbal, jelasnya.
Sementara itu Lurah Tualang, Prayitno dalam penjelasannya mengatakan olehraga yang menjadi bagian dari masyarakat adalah senam kesegaran jasmani (SKJ) yang banyak diikuti emak-emak maupun bapak-bapak serta kelompok Lansia.
Sedangkan, pada kelompok ibu-ibu muda, mereka memodifikasi SKJ ini dengan senam aerobik. Untuk kelompok remaja dan pemuda, mereka menggiatkan olahraga futsal, jelas Prayitno.
Untuk mengumpulkan warga agar aktif dalam kegiatan SKJ, lurah membentuk grup WhatsApp (WA). “Grup WA ini sebagai pedoman untuk mengingat jadwal SKJ dan informasi lainnya,” sebutnya.
Diakui lurah, kegiatan SKJ ini telah menjadi tradisi di kelurahan Tualang, jauh sebelum ada Covid-19. Setelah daerahnya terdampak virus Corona ini kegiatan SKJ semakin ditingkatkan.
“Alhamdulillah, warga Tualang sehat dan daerah kami tidak masuk dalam zona merah,” sebut lurah yang membuat aturan ketat untuk menghindari penyebaran Covid-19. (AY)












Komentar