oleh

Setahun Terbengkalai, Pasar Manggeng Belum difungsikan

Beberapa warga setempat mengira kalau pasar itu akan segera berfungsi paling tidak dipertengahan tahun 2020 (tahun ini). Akan tetapi, hingga dipenghujung tahun belum juga nampak difungsikan bahkan diresmikan. Takutnya, jikalau lama terbengkalai, bisa saja bangunan itu akan rusak.

“Kalau tak ada penghuni, bisa jadi bangunan itu akan rusak dengan sendirinya. Apalagi halaman pasar itu kerap dijadikan tempat parkir kendaraan baik malam maupun siang,” kata salah satu warga yang enggan namanya disebutkan, Rabu (23/12).

Pihaknya berharap, pemerintah segera menfungsikan pasar itu agar setiap ruang bangunan sudah ada penghuninya. “Sayangkan, sudah menggunakan anggaran besar, tapi belum juga beroperasi. Sementara banyak warga yang bertanya kapan pasar itu akan beroperasi,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Satpol PP Asahan dan Tim Gelar Operasi Cipta Kondisi

Disisi lain, fungsi pasar itu juga bisa meningkatan pendapatan masyarakat bawah bahkan menengah ke atas. Warga yang sehari-hari mencari bahan kebutuhan rumah tangga akan secara langsung bisa menjualnya kepada pedagang pasar. Begitu juga sebaliknya, para pembeli juga bisa lebih terarah untuk mendapatkan bahan pokok yang diperlukan.

“Jika pasar ini hidup, geliat perekonomian mesyarakat di Manggeng akan lebih ramai. Apalagi berada tepat di pinggir jalan lintas Banda Aceh-Medan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Bupati Langkat Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Lilin Toba 2020

Terkait hal itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koporasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Abdya, Nelly Aswan mengaku kalau pasar itu akan segera difungsikan pada awal tahun 2021 mendatang.

Sebenarnya, lanjut Nelly, tidak ada kendala ataupun masalah dengan pengoperasian pasar tersebut. Meski selesai pada tahun 2019 lalu, tapi perlu dikaji dulu aturan proses pelaksanaannya hingga hampir berakhir tahun 2020 ini.

“Insya Allah awal tahun 2021 nanti pasar itu sudah berjalan, bahkan calon penyewa pasar itu juga sudah ada. Saat ini kita hanya menunggu surat keputusan (SK) yang harus diteken oleh pak Bupati. Kalau sudah siap, langsung diresmikan,” kata Nelly diruang kerjanya.

BACA JUGA:  Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Aceh Singkil Gagal Panen Akibat Banjir

Lebih lanjut, Nelly menjelaskan kalau pasar itu dibangun menggunakan anggaran DAK APBK tahun 2019 senilai Rp.1,5 miliar lebih ditambah dari dana TP APBN sebesar Rp.3,6 miliar.

Ia menambahkan, bahwa segela proses pengelolaan pasar itu nanti akan diserahterimakan kepada pihak kecamatan dan menjadi pendapatan asli daerah (PAD) Kecamatan Manggeng.
“Segala sesuatunya nanti biar kecamatan yang mengelola. Termasuk mengawasi proses berjalannya pasar tersebut. Semoga saja tidak ada kendala nantinya,” demikian pungkas Nelly. (Zal)

Komentar

News Feed