oleh

Gubsu : Buku Rahmat Shah Pembelajaran untuk Generasi Penerus

MEDAN – Perjalanan hidup yang penuh warna dari seorang DR. H. Rahmat Shah merupakan pembelajaran bagi generasi yang akan datang untuk menggapai cita-cita demi terwujudnya kemaslahatan umat serta pembangunan di Sumatera Utara (Sumut) dan Indonesia.

Kita bisa banyak belajar tentang kisah hidup, kiprah serat pemikirannya. Semua yang di lalui beliau tidaklah mudah, butuh perjuangan, kerja keras dan pengorbanan yang sangat besar hingga akhirnya menjadi salah satu tokoh besar di Sumatera Utara.

Semoga sukses untuk karya besarnya, mudah-mudahan buku ini bisa memberikan inspirasi yang positif bagi kita semua, khususnya pada generasi muda kita.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi pada peluncuran buku ‘Rahmat Shah, Anak Desa Pinggir Sungai Bah Bolon, Perjuangan, Pengabdian dan Pemikiran – Karya Nyata yang Bermanfaat’ dan Buku Ke 2 yang berjudul Kanker Prostat Bukan Vonis Mati, Sembuh Berkat Do’a dan Sedekah di Wong Solo Jalan Sei Batanghari, Minggu (20/12).

Turut hadir diantaranya Wakil Gubernur Sumut H Musa Rajekshah, Sultan Deli XIV Tengku Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam, Anggota DPR RI Datok Sri Prof DR Djohar Arifin, M. Husni SE, Anggota DPD RI H. Muhammad Nuh, MSP, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, S.I.P, MM, Kabinda Sumut Brigjend TNI Ruruh A Setiawibawa, Danlantamal I Belawan Brigjen TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso, Danyonmarhanlan I Belawan Mayor Marinir Farick, M.Tr.Opsla., Kapolda Sumut yang diwakili Kombes. Pol. Dra. Rina Sari Ginting, Konsul Jenderal Malaysia, Timor Leste dan Rusia, Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumut, Kodrat Shah, Ketua MUI Medan Prof Hatta, tokoh pemuda El Adrian Shah serta tokoh-tokoh lainnya.

BACA JUGA:  Maya Zahir : Kreativitas Hal Penting dalam Kehidupan Anak

Dalam sambutannya, Edy Rahmayadi mengaku memiliki kenangan baik terhadap sosok Rahmat Shah. Yaitu sebagai penyayang terhadap semua makhluk hidup dan telah banyak berkontribusi terhadap pelestarian satwa. Salah satunya membagikan ilmu mengenai satwa melalui ‘Rahmat’ Gallery.

“Sikap tersebut yang lebih dibutuhkan untuk mewujudkan pembangunan di negara ini. Walaupun ada yang senang, ada yang tidak senang, lanjutkan, Bang. Tinggalkan kenangan baik, semua kebaikan untuk Sumut,” ucap Edy Rahmayadi seraya berjanji menyosialisasikan apa yang telah dilakukan Rahmat Shah kepada masyarakat.

Buku ‘Rahmat Shah, Anak Desa Pinggir Sungai Bah Bolon, Perjuangan, Pengabdian dan Pemikiran – Karya Nyata yang Bermanfaat’ merupakan kelanjutan dari buku 50 Tahun Rahmat Shah, Perjuangan, Pengabdian, Pemikiran yang diluncurkan 2002.

BACA JUGA:  Komisi IV Telusuri ‘Wajib Setor’ Bawahan di DKP Medan

Di buku ini Rahmat Shah menuturkan pengalaman dan upaya yang dikerjakan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, sosial, olahraga, pendidikan, lingkungan dan konservasi sumber daya alam hanya berdasarkan amanah dan tanggungjawab.

Buku ini terdiri dari 4 bagian yaitu : Perjalanan yang Penuh Warna, Pemikiran Bisnis dan Berbagai Aktivitas, Kontribusi dan Pengalaman Hidup serta Keuletan Berbuah Penghargaan. Setiap bagian disajikan dengan bahasa sederhana dan jujur sehingga sangat menarik untuk dibaca.

Seperti pertanda jelang kelahirannya di Perdagangan, Simalungun, 23 Oktober 1950 silam. Bagaimana prinsip kerja keras, disiplin dan berserah secara penuh kepada Sang Khalik membawa penghargaan dalam hidup putra keenam dari pasangan Alm. Hafiz H. Gulrang Shah dan Alm. Hj. Syarifah Sobat ini. Serta pencapaian yang menjadi jalan untuk membantu siapapun yang membutuhkan tanpa pamrih.

Rahmat Shah berharap, kehadiran buku ‘Rahmat Shah, Anak Desa Pinggir Sungai Bah Bolon, Perjuangan, Pengabdian dan Pemikiran – Karya Nyata yang Bermanfaat’ ini menjadi motivasi bagi semua pihak yang ingin berbakti kepada negara.

BACA JUGA:  KPK Bantah Terlibat Tekhnis di Proyek KIM, Daly Mulyana Kembali Bawa Bawa, BPK Diminta Audit Proyek Pengadaan Air di Kawasan Industri

“Saya sajikan buku ini bukan untuk menggurui apalagi membanggakan diri. Tetapi sebagai motivasi dan informasi bagi kita semua khususnya bagi seluruh keluarga dan para sahabat serta generasi penerus bangsa. Karena kepada merekalah negara ini akan diwatikan nantinya,” ucap Rahmat Shah.

Khusus untuk Buku Kanker Prostat Bukan Vonis Mati, Sembuh Berkat Do’a dan Sedekah dibuat untuk memotivasi para penderita kanker untuk sembuh berdasarkan pengalaman pribadi DR. H. Rahmat Shah yang di vonis dokter menderita penyakit kanker prostat Glasson 9 pada tahun 2016 dan di prediksi hanya bertahan hidup selama 1 tahun.

Namun karena perjuangannya yang tak kenal lelah dibarengi dengan Do’a dan Sedekah yang tak henti DR. H. Rahmat Shah berhasil sembuh dari kanker prostat tersebut tanpa ada bagian vital yang di potong atau di hilangkan.

Peluncuran buku ini diawali dengan pemutaran video dari perjalanan karier seorang Rahmat Shah dilanjutkan dengan Sambutan serta penyerahan buku kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Wakil Gubernur Sumut H Musa Rajekshah, Forkopimda, konsul jenderal negara sahabat, keluarga dan para undangan. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama. (04/intipos)

Komentar

News Feed