oleh

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW MTH Sumut Meriah

MEDAN – Sekitar delapan ratusan kaum ibu- ibu dari berbagai daerah datang menghadiri acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memperingati Hut ke-7 Majelis Taklim Halimah (MTH) Indonesia pada bulan Desember mendatang, di Mesjid Al-Yasamin, baru-baru ini.

Peringatan Maulid yang meriah, lancar dan akrab itu dihadiri , Penasehat Umum MTH Indonesia, H.Budiansyah, Ketua Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA) Sumut Ir. Soefi Nur Restu Nasution, Perwakilan RKLA Jakarta ibu Desi, tokoh agama, para Ustadz, tokoh masyarakat H. Mastas BA Tanjung, para majelis Taklim Halimah dari 12 Kecamatan di kota Medan, Deli Serdang, Kota Binjai Ketua Remaja Majelis Taklim Halimah (RMTH) Irwansyah Putra serta undangan lainnya.

Ketua Majelis Taklim Halimah (MTH) Indonesia Bunda Indah dalam tausiahnya mengatakan, kalau mau menjeput Ridha Allah dan rahmat itu, kita harus sabar dan ikhlas.

“Saya terharu dan bangga, ternyata usia MTH Indonesia telah memasuki 7 tahun, bagi kita ini adalah waktu yang sebentar, tapi dengan waktu yang sebentar itu Allah mempertemukan kita dalam nuansa yang berbeda- beda karakter, namun satu tujuan yaitu rahmatan lilalamin” kalau ini yang kita kejar, insya Allah ridha itu kita dapat, jangan kita berkumpul hanya untuk memperlihatkan kehebatan, pakaian kita, tahta dan jabatan,
jangan bentuk Majelis itu hanya akan merugikan kita yang cuma mendapatkan mudarat, ujar bunda Indah.

BACA JUGA:  Membedah Tiga Calon Kadis Kominfo Sumut – Bagian 2: Menakar Jejak Rahmat Syah Munthe, Modal Kepercayaan Tiga Bupati dan Kiprah Komunikasi Publik

Lanjut Bunda Indah, mumpung hari ini masih bulan Maulid, manfaatkan maulid Nabi ini dengan kasih sayang, cinta untuk menjemput rahmat itu dari Allah SWT.

“Kalau hanya untuk melaksanakan maulid Nabi untuk bergaya-gayaan duduk, dan hanya mendengarkan ceramah ustadz tidak bisa berbuat tidak usah dilaksanakan, Rasulullah mau umatnya itu berbuat dan meneruskan perjuangannya, itu baru hebat, papar Bunda Indah.

Masih kata Bunda Indah, kalau kita sudah cinta kepada Allah, kepada Rasullulah dan kepada orangtua berjalan lah, bersedekah untuk meninggalkan jejak kebaikan dengan ikhlas.

Didirikannya Majelis Taklim Halimah (MTH) di Indonesia ini tanpa tuntutan apapun, maupun politik, itupun difitnah, ujarnya.

“Saya melakukan ini karna saya hidup di Medan dilahirkan oleh seorang janda miskin, tapi bangga menjadi anak Medan dan masih punya alhlak” pungkasnya.

Oleh karnanya, jika sudah pakai cinta tidak ada berkhianat, mau siapapun berhadapan pada kita tidak ada takutnya. Tapi jangan fitnah, apalagi sudah disusupi cinta itu, tak akan datang mudarat pada kita, ucapnya.

Surga itu di perbuatan kita, perbanyak berbuat kebaikan, bersedekah kepada siapapun, tersenyumlah, rendahkan hati dan doakan para musuh-musuh kita, tegas Tokoh Wanita Nasional ini.

BACA JUGA:  Buat Onar, Warga Binaan Lapas Narkoba Kelas II A Pematangsiantar Dipindah

Usia kita di dunia tidak lama lagi, masih diberikan kesempatan oleh Allah, karna itu, kumpulkanlah amal ibadah sebanyak- banyaknya, berbuat apa saja yang bermanfaat bagi umat dan agama ini, perbanyaklah berbuat baik kepada siapapun, untuk menuju surga itu, niscaya Allah SWT akan memberikan pertolongan atas setiap permohonan dan doa kita, terutama bertobat nasuha, pungkas Bunda Indah.

Sementara Tokoh Masyarakat H. Mastar Tanjung BA mengatakan, bahwa ananda Indah yang sekarang sudah menjadi Bunda Indah adalah siswa saya pada tahun 70-an yang sampai saat ini lebih empat puluh tahun kami tidak pernah berjumpa.

“Barulah pada awal Juli kami berjumpa. Rupanya ananda saya Indah mendapat kata, Allah itu maha indah senang kepada orang-orang yang melakukan perbuatan yang indah-indah, termasuklah acara yang sekarang ini yang dilakukan ananda Indah. Dan sekarang disebut Bunda Indah, ucap Mastar.

Alhamdullilah, anak didik saya sudah menjadi tokoh yang sangat berkembamg dan cintai masyarakat Nusa dan Bangsa di seluruh Indonesia.

Saya melihat di youtabe bagaimana ananda Indah yang sudah menjadi Bunda Indah berkiprah diseluruh Indonesia bahkan sampai ke Mancanegara.

Dikatakan Mastar, rasanya saya tidak dapat menyampaikan betapa besarnya hati saya, hati kita semua,
seorang putri, seorang ananda menyebarkan keindahan, perkataan yang indah- indah. Supaya kita ditempatkan ditempat yang lebih indah.

BACA JUGA:  Dr Eddy Syofian MAP : Politik Identitas Bukan Ancaman Sepanjang Dikelola secara Arif

“Semoga Majelis Taklim Halimah ini kedepannya terus berkembamg diseluruh tanah air Indonesia, ucapnya.

Peringatan Maulid ini dengan tema “Cinta itu Rahmat” yang dipandu MC Ustad Anhar diawali dengan marhaban oleh majelis taklim dan pembacaan ayat suci Al’ Quran oleh Rizki Ananda.

Sebelumnya telah dilaksanakan perlombaan alunan zikir dengan judul ” Tobat” yang diikuti 21 Kecamatan di Kota Medan, satu dari kabupaten Deli Serdang, dan satu dari kota Binjai.

Adapun pemenangnya sebagai berikut : juara 1 Binjai Timur, mendapatkan uang sebesar Rp.3.000.000, trophy, dan masing-masing mendapat televisi Lcd 32 inchi, juara II, Medan Labuhan, uang sebesar Rp.2.500.000, trophy dan masing-masing mendapat blender, juara III Medan Marelan, uang sebesar Rp. 2.000.000, trophy dan masing-masing mendapat strika.

Sedangkan untuk juara harapan : harapan I Medan Helvetia uang sebesar Rp. 1. 500.000 + dispenser, harapan II Medan Barat uang sebesar Rp. 1.250.000 + kipas angin, Harapan III Medan Petisah , uang sebesar Rp. 1.000.000 + kipas angin, untuk juara pertama akan diikutsertakan dalam lomba zikir tingkat Nasional di Jakarta, tambah Bunda Indah.

Acara peringatan tersebut diakhiri dengan pemberian cendramata kepada seluruh Majelis Taklim dan tetap mematuhi protokoler kesehatan. (JT/intipos)

Komentar

News Feed