oleh

PKM Dosen UMN di SMK Al Washliyah 3 Medan

MEDAN – realitasonline.id | Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah menggelar workshop pengenalan metode penelitian kuantitatif melalui software SPSS dalam menghadapi era new normal di SMK Al Washliyah 3 Medan yang diikuti puluhan guru dari SMK tersebut,  Selasa (22/12/2020).

PKM dosen UMN Al Washliyah, Dedy Juliandri SPd MSi mengatakan SMK Al Washliyah 3 Medan salah satu SMK swasta yang berada di Jl Garu II di Kecamatan Medan Amplas yang fokus pada pendidikan kejuruan bisnis.

Menghadapi era new normal (adaptasi kebiasaan baru), SMK bisnis yang memiliki banyak siswa ini juga tak luput dari berbagai persoalan.

BACA JUGA:  Dewan Harap Pemkab Abdya Prioritaskan Usulan dalam Musrenbang

Khususnya permasalahan yang dihadapi guru-guru di SMK Al Washliyah 3  ini yang dikaitkan dengan era revolusi industri 4.0. Dedy menjelaskan di antara sekian banyak persoalan tersebut, beberapa di antaranya adalah masih terdapat permasalahan dalam hal pengelolaan data.

Dedy menyebutkan kebanyakan guru-guru di SMK swasta Al Washliyah 3 ini masih mengelola data dengan menggunakan alat bantu software Microsoft Excel. “Hal ini juga yang diajarkan kepada peserta didik,” terang Dedy.

Perubahan teknologi telah berkembang demikian pesat. Demikian pula dalam hal pengelolaan data. Sementata di sisi lain guru-guru dituntut memiliki keahlian yang lebih terutama mengenai teknik mengajar pada adaptasi kebiasaan baru, sehingga tidak membosankan siswa, urainya.

BACA JUGA:  Musa Rejekshah Harap IKAPTK Beri Pemikiran Inovatif Majukan Sumut

Dijelaskan Dedy, menghadapi era new normal ini telah telah terjadi pergeseran yang siginifikan dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam masa adaptasi kebiasaan baru ini guru-guru akan lebih banyak bertindak sebagai fasilitator.

Dedy lebih lanjut menjelaskan agar kegiatan belajar mengajar guru dan siswa berjalan sesuai dengan hasil yang diharapkan khususnya pada pelajaran tentang pengelolaan data di SMK Al Washliyah 3 ini, sehingga bisa dengan mudah dipahami siswa, maka dosen-dosen UMN tergerak untuk membantu  mengatasi masalah tersebut.

BACA JUGA:  Poldasu dan PT Medan Perkuat Penuntasan Kasus Resahkan Masyarakat

Dikatakan Dedy, pihaknya mengenalkan cara penggunaan software SPSS (Statistical Product for Service Solutions), yang dulunya bernama Statistical Packedge for Social Sciences sebagai pengganti alat bantu software Microsoft Excel.

Di penghujung acara, Dedy mengungkapkan PKM workshop pengenalan penelitian kuantitatif melalui software SPSS dalam menghadapi era new normal ini membawa banyak manfaat dan menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi guru-guru SMK Al Washliyah 3 ini,” tutup Dedy Juliandri. (AY)

Komentar

News Feed