oleh

Biar Tetap Semangat, ‘Me Time’ Penting Bagi Ibu saat Dampingi Anak Belajar Daring

MEDAN – Belajar dari rumah sudah berjalan kurang lebih 4 bulan. Hal ini dilakukan karena sekolah berpotensi menyebarkan Covid-19, sebab diyakini sulit memantau anak-anak terutama TK, SD dan SMP untuk menerapkan protokol kesehatan.

Namun, selama belajar dari rumah dilakukan banyak ibu rumah tangga yang mengeluh, karena terlibat dalam proses belajar yang dilakukan. Sebab, ibu-ibu harus berbagi waktu antara mengurus rumah dan mengajari anak dan itu bukan pekerjaan mudah.

“Sebenarnya syarat belajar yang paling penting adalah situasi dan lingkungan yang aman dan kondusif. Agak sulit kalau anak dipaksakan masuk ke sekolah tapi risiko untuk tertular penyakit tinggi,” kata Ketua Departemen Psikiatri FK USU Dr. dr. Elmeida Effendy, M.Ked, Sp.KJ (K), Rabu (22/7/2020).

BACA JUGA:  Gubsu Segera Lantik Arief Trinugroho Jadi Sekdaprovsu Definitif

Namun, dia mengakui orangtua khususnya ibu rentan mengalami gangguan psikologis sejak anak belajar di rumah. “Kebanyakan orang tua yang tidak sabaran melihat anaknya di rumah saja dan merasa terganggu harus ikut mengajari anak dan mengupload tugas anak,” kata Elmeida.

Oleh karena itu, dia meminta para orangtua untuk menyiapkan waktu yang bisa digunakan untuk menikmati hal-hal yang disukainya.

BACA JUGA:  Bupati Asahan Tinjau Pelaksanaan Belajar Tatap Muka, Yang tak Hadir Bisa Daring

“Jadi jangan lupa tetap sediakan waktu untuk me time bagi para ibu, untuk memiliki waktu yang bisa digunakan untuk menikmati hal hal yang disukainya. Biar tetap punya semangat dan tidak kecapekan. Menikmati hobby tanpa diganggu, misalnya mendengarkan musik, mandi berendam, nonton netflix, chat dengan teman dan lain-lain,” imbuhnya.

Dia juga menjelaskan, belajar dari rumah membuat anak-anak kangen berjumpa dan bermain dengan teman-temannya. Namun kita tidak perlu khawatir bahwa anak anak akan terkikis jiwa sosialnya.

“Berkat teknologi zaman modern ini, komunikasi dapat dengan mudah dilakukan, dengan Hp sederhana bisa berbicara secara langsung, video call. Anak anak akan lebih asyik dan senang lagi melihat teman-temannya melalui aplikasi seperti zoom dan lainnya. Mereka bisa tetap berinteraksi merekam kegiatan dan menikmatinya bersama sama,” jelasnya.

BACA JUGA:  Menhub Apresiasi Antusiasme Kepala Daerah, Edy Rahmayadi: Angkutan yang Menjawab Keinginan Masyarakat

Namun, ditambahkannya, belajar secara daring (dalam jaringan), tetap ada efek psikologisnya. “Anak-anak mengalami perubahan, biasa tiap pagi buru-buru mandi, sarapan berkemas pergi ke sekolah. Dengan Daring ini mungkin cukup bangkit dari tempat tidur cuci muka menggunakan seragam langsung online. Yang penting mereka tetap belajar bukan bermalasan di rumah,” tambahnya. (Sumutcyber.com)

Komentar

News Feed