oleh

Bukan Sekadar Administrasi: Sekretariat DPRD Sumut Bangun Tradisi Pelayanan dan Akuntabilitas

Bukan Sekadar Administrasi: Sekretariat DPRD Sumut Bangun Tradisi Pelayanan dan Akuntabilitas

Oleh Zulfikar Tanjung

Dalam dinamika pemerintahan daerah, publik kerap menyoroti perdebatan di ruang sidang, keputusan politik, atau arah kebijakan para wakil rakyat. Namun jarang disadari, ada sebuah institusi yang bekerja tanpa sorotan tapi sangat menentukan keberhasilan kinerja parlemen — Sekretariat DPRD.

Di Sumatera Utara, lembaga ini kini tumbuh menjadi contoh bagaimana birokrasi pendukung legislatif bisa tampil efektif, profesional, dan berorientasi pelayanan publik.

Sekretariat DPRD Sumut yang dipimpin Dr. Zulkifli, AP, S.IP, M.M menunjukkan bahwa tata kelola administratif yang baik bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi dari kinerja politik yang akuntabel.

Dalam setiap tahapan kerja DPRD — mulai dari penyelenggaraan sidang, kegiatan reses, hingga penyerapan aspirasi masyarakat — Setwan berperan aktif memastikan seluruh proses berjalan tertib dan sesuai peraturan perundangan.

Hal ini tergambar jelas dalam konferensi pers bertema “DPRD Sumut Mendengar: Aspirasi Rakyat, Kebijakan Berdampak” yang difasilitasi Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Senin (20/10/2025).

BACA JUGA:  Sebastian Vettel Beradaptasi dengan Mobil F1 Aston Martin

Dipandu Porman Mahulae mewakili Kadis Kominfo Dr Erwin Hotmansah Harahap, Kabag Program dan Keuangan Sekretariat DPRD Sumut, Iwan Sutani Siregar, S.STP, M.Si, menegaskan peran vital Setwan dalam mendukung para wakil rakyat agar lebih maksimal menyerap aspirasi masyarakat di seluruh daerah pemilihan

“Saat DPRD melakukan reses, kami memiliki tim yang mendampingi untuk menyusun seluruh aspirasi yang masuk. Bersama dewan, kami kemudian melakukan penyaringan karena tidak semua aspirasi bisa ditindaklanjuti, mengingat keterbatasan anggaran dan waktu,” ujarnya didampingi Kabag Persidangan dan Risalah Lutfi Solihi Sirait.

Pernyataan tersebut menggambarkan dengan jelas bahwa Setwan bukan sekadar pelaksana administrasi, melainkan arsitek sistemik yang memastikan setiap masukan rakyat diterjemahkan dengan tertib ke dalam mekanisme kebijakan daerah.

Setwan berperan sebagai jembatan antara proses politik dan kebutuhan masyarakat, dengan menjaga agar setiap usulan memiliki basis data dan dokumentasi yang kuat.

*Keterbukaan*

Di bawah arahan Dr. Zulkifli, birokrasi kesekretariatan DPRD Sumut dibangun dengan semangat efisiensi dan keterbukaan. Kepala Bagian Persidangan dan Risalah, Lutfi Solihi Sirait, bersama tim teknis lainnya, menata ulang sistem kerja agar setiap kegiatan legislatif memiliki dukungan administratif yang presisi dan cepat. Semua dijalankan berbasis regulasi, transparan, dan akuntabel.

BACA JUGA:  Bank Sumut Percepat Kredit Perumahan, Implementasi Nyata PHTC Gubsu Bobby Nasution di Sektor Riil

Langkah-langkah kecil semacam ini — penguatan koordinasi antarbagian, pengawasan keuangan yang ketat, serta tertib pelaporan kegiatan — justru menjadi fondasi besar bagi peningkatan kepercayaan publik terhadap lembaga DPRD.

Dalam konteks Sumatera Utara, perubahan budaya kerja yang dibangun oleh Setwan telah menghadirkan wajah baru birokrasi parlemen: tenang, efisien, dan bekerja dalam senyap, namun berdampak nyata.

*Latar Belakang Kuat*

Di sinilah nilai kepemimpinan Dr. Zulkifli terlihat menonjol. Dengan latar akademik pemerintahan yang kuat dan pengalaman panjang di birokrasi, ia memandang fungsi Sekretariat DPRD bukan sekadar mendukung, tetapi memungkinkan kinerja dewan berjalan optimal.

Pandangannya sederhana tetapi strategis — tanpa administrasi yang tertib dan sistem yang rapi, tidak mungkin lahir keputusan politik yang berkualitas.

BACA JUGA:  Ini Data Warga Asahan Terkonfirmasi Covid 19

Transformasi yang dilakukan ini sekaligus memperlihatkan bahwa demokrasi lokal tidak hanya dihidupkan oleh wacana dan rapat paripurna, tetapi juga oleh kerja cermat para aparatur di balik layar.

Mereka yang memastikan setiap agenda berjalan sesuai prosedur, setiap aspirasi dicatat, dan setiap rupiah anggaran digunakan sesuai ketentuan.

Karena itu, Sekretariat DPRD Sumut kini bukan sekadar perangkat birokrasi, tetapi penjaga integritas proses demokrasi daerah. Dengan kepemimpinan yang menekankan profesionalisme dan tanggung jawab publik, lembaga ini membuktikan bahwa pelayanan administratif yang baik adalah cermin kematangan politik.

Demokrasi memang hidup dari perdebatan dan kebijakan, namun akan tumbuh sehat hanya jika ditopang oleh birokrasi yang bersih dan berdaya guna. Itulah wajah baru Sekretariat DPRD Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Dr. Zulkifli — sebuah lembaga yang pelan tapi pasti sedang membangun tradisi baru: melayani rakyat dengan akuntabilitas dan hati *(Penulis bersertifikat Wartawan Utama Dewan Pers)*

News Feed