Kepada wartawan, Sertu Faisal mengatakan kalau, membantu petani yang sedang mengalami kesulitan pada saat memanen padi merupakan tugas dan bentuk sinergitas antara TNI dengan masyarakat guna mewujudkan program pemerintah dalam ketahanan pangan terutama di desa binaan.
Pendampingan panen padi ini, lanjut Sertu Faisal, merupakan tugas dan tanggung jawab Babinsa dalam membantu masyarakat mewujudkan program pemerintah untuk swasembada pangan yang akan terus berkelanjutan.
Baca juga: MIS Dinul Islam Singkohor Singkil Gelar Pesantren Kilat
“Bagi petani yang mempunyai hamparan sawah luas, memotong padi menggunakan alsintan modern adalah pilihan, tetapi memotong padi dengan cara manual juga adalah keputusan yang baik, seperti yang kami lakukan saat ini,” tuturnya.
Memanen padi menggunakan secara modern atau manual itu tidak jadi masalah, yang penting keberhasilan para petani merupakan kebanggaan dan penghargaan yang tidak ternilai harganya.
“Pimpinan telah memerintahkan kepada kami untuk terus melakukan pendampingan kepada para petani, sehingga apa yang menjadi program pemerintah bisa tercapai sesuai dengan yang diharapkan,” demikian pungkasnya.
Baca juga: Anggota DPRK Bireuen Buronan Poldasu Dibekuk di Aceh Timur
Sebagaimana diketahui, alat pemotong padi secara manual berupa sabit yang digunakan tukang potong padi memang sudah membudaya di wilayah Kabupaten Abdya, sebelum mesin pemotong padi secara modern masuk ke wilayah setempat.
Setelah adanya alat pemotong padi berupa combine, hampir semua petani di Kabupaten Abdya menggunakan jasa modern tersebut untuk memanen. Disamping cepat, juga dari segi biaya pengeluaran lebih irit jika dibandingkan dengan potong secara manual. (ZAL)












Komentar