oleh

Aplikasi Respek Sumut versi SUMUT HEBAT, Apa Itu ..?

Aplikasi Respek Sumut versi SUMUT HEBAT, Apa Itu ..?

Catatan Ir Zulfikar Tanjung

Mendapat pujian langsung dari atasan tentu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi setiap bawahan.

Apalagi pujian itu langsung dari pucuk pimpinan, sebagaimana Penjabat (Pj) Gubernur Sumut Dr Hassanudin memuji kinerja Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara, Dr Ismael Parenus Sinaga, yang baru seminggu dilantik pada jabatan ini.

Wajar momentum ini membetot perhatian khalayak, khususnya kalangan birokrasi propinsi ini. Pujian yang dilontarkan Pj Gubernur pada Perayaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 Provinsi Sumut 2024 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu Jalan Pangeran Diponegoro Medan, pekan lalu ini, dinilai positip banyak pihak.

Bagi Ismael sendiri, ini merupakan apresiasi sekaligus motivasi agar lebih baik lagi.

Mungkin banyak yang bertanya, apa yang mendasari Pj Gubernur spontan mengeluarkan pujian itu ? Kalau prestasi di bidang keuangan, termasuk keberhasilan Pemprov Sumut memperoleh prestasi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 9 kali berturut-turut dalam laporan keuangannya, hampir seluruh masyarakat mengetahuinya.

Ismael Sinaga yang selama ini Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sumut memang menyandang nama harum di bidang ini selama ini.

Catatan wartawan, terobosan semacam ini bukan kali pertama diciptakan Ismael Sinaga. Saat menjabat kepala Biro Keuangan dan Aset Daerah Setdaprovsu sekitar empat tahun, pejabat bergelar doktor tersebut telah berhasil menghadirkan sedikitnya tujuh sistem aplikasi berbasis online demi memermudah kinerja pengelolaan keuangan dan aset di lingkup Pemprov Sumut.

Berkolaborasi dengan para akademisi dan expert di bidangnya, ketujuh sistem aplikasi tersebut mampu Ismael Sinaga ciptakan antara lain Drupadi, Si Rosi, Ardiga, Si Lai KomEnt SIPD, Siperjaka, Update Simbada Online, dan Si Anak Dara

BACA JUGA:  ASAHAN GEGER – Pedagang Ayam Penyet Tewas Gantung Diri di Kamarnya

Nah, sekarang Dr Ismael berada di bidang ketenagakerjaan. Meski ini bisa dibilang bidang yang sama sekali baru bagi dalam pandangan awam, namun baru seminggu dilantik beliau sudah membuat terobosan yang membuat Pj Gubernur berdecak kagum. Hanya saja Ismael ketika ditanya wartawan dengan rendah hati menyatakan terobosan ini merupakan lanjutan aplikasi yang telah dirintis oleh kepala dinas sebelumnya, Baharuddin Siagian dan Ir Harris Lubis.

Pernyataan ini mencerminkan jiwa besar beliau. Meski mendapat pujian langsung dari Pj Gubernur, namun jujur dia menyebut aplikasi ini adalah hasil kerja kolektif dan kolaborasi berkelanjutan. Intinya Ismael Sinaga mengakui dia memang memboboti dan melakukan rekayasan reformasi terhadap aplikasi ketenagakerjaan yang muaranya menukik kepada upaya lebih konkrit dalam membudayakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan seluruh perusahaan yang ada di propinsi ini.

Ibarat kata-kata yang sering dikemukakan oleh Pj Gubernur, bahwa kita semua hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini, tampaknya itu lah yang mengilhami Ismael Sinaga menata dan mereformasi aplikasi yang sudah dirintis sebelum ini. Dengan ini Bulan K3 tidak hanya berfungsi seremonial belaka, melainkan sepanjang tahun terlaksana secara konrit di semua perusahaan. Tentu para pekerja akan lebih terlindungi.

Reformasi aplikasi ini hakekatnya merupakan komitmen Pj Gubernur Dr Hassanudin untuk memperkuat pengawasan di lapangan sesuai kewenangan Dinas Ketenagakerjaan Propinsi Sumut. Oleh sebab itu wajar jika Pj Gubernur langsung merespom kinerja ini dengan baik karena muaranya tentu akan membuat sistem perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja di Sumut akan lebih baik lagi.

BACA JUGA:  Pidsus Kejagung Periksa 4 Verifikator Kemendag RI Terkait Dugaan Mafia Minyak Goreng

Inovasi dan terobosan ini intinya adalah dalam rangka pelayanan administrasi membudayakan keselamatan dan kesehatan kerja oleh Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumut melakukan reformasi birokrasi melalui integrasi penerapan IT yang lebih signifikan dan lebih terukur serta dapat dilaksanakan oleh semua pihak secara lebih terintegrasi dan tersistem.

Reformasi birokrasi tersebut yakni optimalisasi aplikasi RESPEK yang telah dirintis oleh kepala dinas sebelumnya. Dalam hal ini Ismael Sinaga melakukan inovasi meningkatkan aplikasi reformasi pengawasan ketenagakerjaan spesialis bidang yang ada selama ini ditingkatkan versinya menjadi versi SUMUT HEBAT. Apa isinya ? yaitu Surat Keterangan Layak (SKL) K3 diterbitkan oleh UPT daerah pengawasan ketenagakerjaan di setiap wilayah.

Terobosan yang digagas Ismael Sinaga lewat teknologi informasi tersebut bertujuan memangkas birokrasi utamanya soal K3 terhadap para pekerja di segala sektor. Intinya Ismael ingin mendekatkan pelayanan, sehingga perusahaan-perusahaan yang ingin dilakukan pengawasan (K3) tidak perlu lagi ke Medan, untuk meminta dan mengurus berkas melalui UPT-UPT di masing-masing wilayah.

Secara ringkas, terobosan Ismael ini, lewat sistem aplikasi online ‘Sumut Hebat’ tersebut, cukup nantinya kepala UPT berkolaborasi dengan pengawas teknis Disnaker Sumut yang melakukan pencetakan langsung dokumen kelaikan K3 pada masing-masing wilayah kerjanya. Dokumen dimaksud pun, langsung diteken saja oleh kepala UPT masing-masing sebagaimana permohonan yang dilayangkan dari pihak perusahaan.

Jadi ini untuk menyederhanakan birokrasi, memangkas birokrasi, dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Sebagaimana harapan pemerintah pusat, tentu ke depan Ismaerl membuat pelayanan tersebut lebih baik lagi dan menjangkau lebih banyak lagi.

BACA JUGA:  Pendaftaran Balon Ketua Partai Golkar Labura Ditutup

(DIPUJI)

Terobosan ini pun mendapat pujian langsung dari Penjabat Gubernur Sumut, Dr Hassanudin dan dia terimakasih kepada Ismael yang baru satu minggu dilantik sebagai Kadisnaker langsung mengimplementasikan reformasi birokrasi bidang tenaga kerja yang menerapkannya melalui teknologi.

Ismael Sinaga ini merupakan salah satu pejabat Pemprov Sumut yang menurut Pj Gubernur smart, dan itu sudah teruji katanya. Hassanudin dengan percaya diri menyebutkan, inovasi baru di bidang ketenagakerjaan utamanya pengawasan K3 yang diinisiasi Disnaker Sumut tersebut segera dilaporkannya ke pemerintah pusat.

“Bahkan mungkin ini yang pertama, saya harapkan inovasi ini dapat menjadi role model bagi provinsi lain di Indonesia,” katanya.

Menurut Pj Gubernur kegiatan tersebut tidak sekadar seremoni setiap tahun melainkan diterapkan secara sungguh-sungguh oleh semua perusahaan dan pekerja dalam sektor mana pun. Sebab K3 ini sangat berdampak pada produktivitas kerja itu sendiri, serta akan menjaga ekosistem kerja yang lebih baik.

Pj Gubernur yakin soal ini harus terus digaungkan, ibarat radio yang terus berulang diputar setiap saat agar membuat mawas diri, tidak lengah dalam menjaga K3. Karena itu sebagai bentuk apresiasi Pemprov Sumut, memberikan penghargaan kepada asosiasi pengusaha yang terus konsisten menerapkan k3 di wilayah kerja mereka masing-masing.

Pj Gubernur bersyukur bahwa Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi (DK3P) Sumut, telah dibentuk pada September 2023, dengan tugas pokok untuk memberikan saran dan pertimbangan kepada gubernur di bidang keselamatan dan kesehatan kerja di tingkat provinsi dan upaya pembinaan pentingnya menerapkan K3 dalam bentuk sosialisasi, edukasi, informasi pemantauan dan pengawasan penerapan K3 (*)

News Feed