oleh

Misteri Badai Matahari yang Ancam Bumi Akhirnya Terungkap

GLOBAL – Secara rutin, Matahari melepaskan partikel yang terkenal sebagai peristiwa badai Matahari. Setelah cukup lama jadi misteri dari mana asal muasalnya, ilmuwan ini mengaku mengetahui sumber badai Matahari itu.

Partikel dari Matahari itu, saat berlangsungnya badai Matahari, bisa mengganggu satelit di orbit Bumi dan juga infrastruktur elektronik. Muncul pula risiko bagi astronaut dan para penumpang pesawat terbang yang dapat terkena radiasi.

Untuk meminimalisir dampak badai Matahari, ilmuwan mencoba memahami bagaimana fenomena ini berlangsung di Matahari. Sehingga harapannya lebih bisa diprediksi dan diantisipasi pada masa depan.

BACA JUGA:  Fasilitas Sekolah Rusak, Wali Kota Sibolga Marah dan Pertanyakan Dana BOS

Partikel Energi Matahari

Dalam riset baru terbitan jurnal Science Advances, ilmuwan menganalisis komposisi partikel energi Matahari yang menuju ke Bumi dalam badai Matahari. Terungkap bahwa materinya serupa dengan plasma yang berlokasi rendah di bawah korona Matahari. Dekat dengan area tengah atmosfernya.

“Dalam riset kami, kami mengamati untuk pertama kalinya dari mana partikel aktif berasal dari Matahari kita. Bukti kami mendukung teori bahwa hal itu berasal dari plasma yang ditahan di bagian bawah atmosfer Matahari oleh medan magnet yang kuat,” kata Dr Stephanie Yardley. Ia adalah salah satu periset dari UCL Mullard Space Science Laboratory.

BACA JUGA:  Telkom Bantu Maksimalkan Sistem Keamanan dalam Satu Aplikasi

“Partikel aktif itu, ketika terlepas, kemudian berakselerasi oleh letusan yang kecepatannya beberapa kilometer per detik. Ia bisa sampai ke Bumi sangat cepat, dalam beberapa menit atau jam. Dengan even semacam itu berlangsung selama beberapa hari,” tambahnya.

“Pada saat ini, kita hanya bisa menyediakan perkiraan kejadian itu akan terjadi. Namun sangat sulit meramalkan sebelum terjadinya. Dengan memahami proses di Matahari ini, kita bisa memperbaiki prediksi itu. Sehingga ketika badai Matahari besar tiba, kita punya waktu untuk memperkecil risikonya,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Pjs Bupati Toba Agustinus Panjaitan Ajak Hindari Hoax di Pilkada 2024

Pada tahun 1859, pernah terjadi badai yang terkenal sebagai paling kuat sepanjang masa. Salah satu akibatnya adalah rusaknya sistem telegraf di seluruh Eropa dan Amerika Utara,… Baca Selanjutnya di www.topmetro.news

Komentar

News Feed