Kotim – Objek wisata religi kubah atau makam yang berada di Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit Kotim kini terancam keberadaannya akibat abrasi yang terus terjadi.
Kubah itu adalah makam ulama bernama Syekh Abu Hamid bin Syekh Haji Muhammad As’ad Al Banjary.
Ulama tersebut merupakan buyut dari ulama terkenal di Kalimantan Selatan yaitu Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary atau lebih dikenal dengan sebutan Datu Kelampayan.
“Kubah makam itu banyak dikunjungi oleh para peziarah dari luar daerah”, kata Camat Teluk Sampit Juliansyah Kamis (1/04/2021).
“Namun sekarang kondisinya cukup memprihatinkan akibat abrasi yang terus menggerus pantai bahkan kini telah merusak mushalla yang berjarak hanya beberapa meter dari kubah tersebut,” terangnya.
Jalan menuju kubah tersebut sebelumnya masih bisa dilewati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat tapi kini jalan tersebut sudah terputus sehingga peziarah harus menggunakan perahu motor.
“Apabila tidak segera ditangani oleh instansi yang terkait akan bertambah parah dan akan menghancurkan kubah tersebut”, tandas Juliansyah.
(strategi/01)












Komentar