oleh

Rehab Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu Lebih Rp 5,3 M Mangkrak

LABUHANBATU – realitasonline.id | Rumah dinas Bupati Labuhanbatu senilai lebih Rp 5,3 miliar yang sudah dibangun selama hampir 2 tahun mangkrak. Bangunan tersebut hingga kini belum rampung pengerjaannya.

Pembangunan rehab rumah dinas Bupati Labuhanbatu yang dimulai sejak tahun 2019 lalu dengan anggaran Rp 5,367.000.000 dan dikerjakan oleh CV Sumber Rezeki dan pengerjaannya diperpanjang hingga tahun 2020 ternyata hingga kini belum rampung. Hal itu menuai kritikan warga Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara.

M Hasibuan, warga Rantauprapat kepada realitasonline.id Sabtu (28/3/2021) menyesalkan atas lambatnya pembangunan rumah jabatan bupati dan meminta agar pihak terkait untuk segera melakukan pemeriksaan karena telah merugikan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu.

Baca juga: Pemkab Labuhanbatu Laksanakan Rembuk Intervensi Penurunan Stunting Terintergrasi Tahun 2021

Terkait dengan lambatnya pembangunan rumah dinas Bupati Labuhanbatu yang lambat, menurut Ketua Pemerhati Labuhanbatu Syaiful Bahri Ritonga, sudah saatnya polisi dan pihak-pihak yang punya kewenangan untuk menindak lanjuti dengan memeriksa pihak kontraktor pelaksana proyek ini. Persoalannya karena pembangunannya sudah lama sekali sehingga efeknya merugikan pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, kata Syaiful.

BACA JUGA:  SMSI Temui MPR RI: Soal Penembakan Wartawan, Komnas HAM Perlu Bentuk Tim Pencari Fakta

Menurut Syaiful, setiap pekerjaan yang sudah diberikan kepada pihak ketiga dan dampak dari pelaksanaan itu tidak optimal atau tidak selesai, maka sudah saatnya ditindaklanjuti secara hukum, sehingga ada efek jera bagi kontraktor yang nakal.

“Ini sudah hampir dua tahun, bupati tidak pernah tinggal di rumah jabatan. Padahal saat dilantik Menjadi sebagai bupati, sudah harus menempati rumah jabatan itu,” jelas Syaiful.

Menurut Ahmad, proyek-proyek tersebut terkesan mengabaikan infrastruktur jalan yang telah buruk. Kondisi jalan rusak pun semakin parah.

Ia menyebutkan seperti Jalan Sisingamaraja tepatnya didepan Kantor Dinas PMPTSP, dan tak jauh dari Kantor Bupati Labuhanbatu juga banyak jalan yang masih berlubang juga seputaran kantor bupati, Jalan Sirandorung yang sempat ditimbun juga tetap saja menjadi keluhan warga yang melintas hingga melawan jalur arah untuk mengelakkan lubang tersebut.

Tambahnya lagi, masih banyak  infrastruktur yang menjadi keluhan pengendara, yakni jalan menuju Pasar Gelugur, Jalan Siringoringo, Jalan imam Bonjol, Jalan KH Dewantara hingga seputar RSUD Rantauprapat, Jalan T Amir Hamzah menuju ke Padang Pasir kelurahan Sioldengan Kecamatan Rantau Selatan.

BACA JUGA:  Divisi Humas Polri Presisi di Bawah Irjen Sandi Nugroho: Merawat Spirit Kebangsaan lewat Khataman Al-Qur’an

Sempat warga Asrol Adam Komplek PGP menyemen lubang jalan secara sukarela, karena perhatian dan lama tidak  ada perbaikan dari Pemerintah Daerah, juga sempat seorang wanita terjatuh di jalan berlubang saat malam hari, hingga patah tulang tangannya, ” sebut Hasibuan Warga Kampung baru Jalan Asrol.

Ketua Gerindra Mabupaten Labuhanbatu yang juga menjabat sebagai Wakil ketua DPRD Labuhanbatu dari Fraksi Gerindra Abdul Karim Hasibuan menyampaikan hal yang sama. Dia menilai bahwa pelaksana pembangunan rumah dinas nupati tersebut belum kelar-kelar sampai hingga sekarang.

“Dari sisi manejerialnya, pekerjaan itu sifatnya hanya rehab saja, bukan bangun baru. Sampai saat ini belum ada terlihat sarat korupsi dari pembangunan rehab rumah dinas bupati, ” ungkapnya pada realitasonline.id melalui telpon via selular WhatsApp Minggu (28/3/2021) siang.

BACA JUGA:  Jukir Viral di Lapangan Merdeka Diringkus

Tambah Karim, sebagai kontraktor yang telah memenangkan tender tersebut, seharusnya sudah bisa menunjukkan kemampuannya yang diukur dengan penyelesaian pekerjaan secara tepat waktu.

Menyikapi hal tersebut Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu Karim meminta kepada Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu nantinya agar segera menyelesaikan bangunan rehab rumah dinas Bupati Labuhanbatu Senilai Rp.5,367.000.000 miliar.

Ditanya usai keputusan MK PSU (Pemilihan Suara Ulang) di 9 TPS untuk Kabupaten Labuhanbatu, dan usai PSU nantinya bupati yang dipilih oleh masyarakat Labuhanbatu kiranya pemerintah dapat menentukan di mana usai dilantiknya bupati terpilih sudah memiliki rumah dinas.

Pada wartawan ia juga menjelaskan, kita sudah melakukan rapat mengenai tempat tinggal bupati yang akan dilantik nantinya, dan pembangunan rehab rumah dinas akan dilanjutkan tahun 2021 ini, jelas karim

Terkait dengan itu kontraktor pelaksana proyek rehab rumah dinas Bupati Labuhanbatu oleh CV Sumber Rezeki senilai Rp.5,367.000.000, belum dapat dikonfirmasi wartawan. (HN)

Komentar

News Feed