oleh

Suplai Air ke Sawah Warga, Irigasi Kuta Paya Bakal Dibangun Baru

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, drh Nasruddin kepada wartawan Senin (22/3) dituang kerjanya mengaku sudah melakukan peninjauan langsung ke areal persawahan Kuta Paya yang tidak bisa dialiri air untuk proses pembajakan.

Dikatakan, kondisi jaringan irigasi telah banyak yang rusak dan diperlukan pembangunan kembali, agar suplai air merata ke seluruh areal persawahan dalam kawasan setempat. Selain itu, upaya pembangunan kembali jaringan irigasi itu harus melalui usulan pihak kelompok tani setempat sebagai dasar usulan pembangunannya.

“Usulan tersebut harus dibuat oleh kelompok tani setempat, nantinya usulan itu akan kami jadikan sebagai dasar usulan pembangunan jaringan Irigasi Kuta Paya pada anggaran pendapatan belanja kabupaten perubahan (APBKP) tahun ini,” terangnya.

BACA JUGA:  Dinsos Harus Maksimalkan Pendataan Warga Miskin

Pihaknya mengharapkan, solusi tersebut harus segera dimanfaatkan oleh pihak petani setempat, agar upaya pembangunan jaringan irigasi dapat terlaksana, tentu dengan berbagai pertimbangan. Terlebih areal persawahan tersebut merupakan sawah produktif yang rutin digarap oleh masyarakat setempat.

“Kami akan upayakan yang terbaik  agar proses penggarapan sawah tetap berjalan lancar. Kalau sumber air tidak masalah, persoalannya hanya pada jaringan irigasi,” paparnya.

Seperti diketahui, jaringan irigasi di areal persawahan kawasan Desa Kuta Paya Kecamatan Lembah Sabil Abdya bermasalah. Akibatnya, sekitar belasan hektare (ha) areal pesawahan produktif yang digarap oleh warga setempat terancam gagal tanam. Hal itu dikarenakan, kondisi areal persawahan kering lantaran tidak dialiri air.

BACA JUGA:  Kisah Boru Juntak, Tewas Akibat Operasi Kutil di RSMK

Keuchik Kuta Paya, Ridwan kepada wartawan, Rabu (17/3) lalu mengatakan, terdapat sekitar belasan ha areal persawahan yang mengalami kekeringan akibat tidak dialiri air dengan maksimal. Sementara saat ini, sedang berlangsung proses penggarapan lahan untuk persiapan penyemaian benih dan penanaman padi. Jika kondisi itu terus berlarut, tentu akan membuat petani kewalahan dan sawah mereka terancam gagal tanam.

BACA JUGA:  Ekspedisi Toba- HPN 2023: Geosite Sipinsur Manjakan Mata Dengan Panorama Danau Toba Yang Eksotis

Disebutkan, kendala suplai air bukan hanya musim tanam kali ini saja terjadi, namun pada musim tanam sebelumnya juga demikian. Petani hanya bisa menunggu suplai air dari jaringan irigasi desa tetangga dan memanfaatkan air hujan untuk proses penggarapan lahan. Selama ini belasan ha areal persawahan warga Desa Kuta Paya mendapat suplai air dari saluran DI Meunasah Tengah, yang berada sekitar 2 kilometer dari titik lokasi, melintasi areal persawahan kawasan Desa Gelanggang Batee baru kemudian sampai ke areal persawahan Desa Kuta Paya. (ZAL)

Komentar

News Feed