oleh

Berat 250 Kg, Buaya Dijerat Warga, Dagingnya Disantap 70 Orang

Baresman mengatakan, untuk menarik buaya itu, dia dibantu sembilan orang warga Dusun Silaoinan.

Setelah mati, buaya itu dinaikkan ke atas perahu mesin. Buaya lalu dibawa ke tepi sungai dekat rumah Beresman.

“Sebelum terkena jerat buaya telah memakan satu ekor babi milik saya dengan berat babi sekitar 50 kilogram, melihat hal itu saya menjadi kesal dan langsung memasang jerat. Jerat itu sudah dipasang sejak Senin (18/1/2021) memakai umpan satu ekor anjing, dan Jumat (22/1/2021) sekitar pukul 08.00 WIB, saya melihat satu ekor buaya dengan bobot sekitar 250 Kg dengan panjang sekitar 8 meter terkena jerat,” ujar Baresman.

BACA JUGA:  Soal Temuan Transaksi Mencurigakan di Kemenkeu Rp 349 Triliun, Gus Irawan Minta Mahfud MD Harus Tuntaskan Sampai Final

Baresman lalu kembali lagi ke rumah dan memberitahukan kepada tetangga, bahwa jeratnya berhasil menangkap buaya.

Dia kemudian menyiapkan dua unit tombak untuk membunuh reptil itu.

Untuk menarik buaya dimaksud dari atas sampan ke darat membutuhkan tenaga 10 orang pria dewasa.

Sesampai di darat buaya itu langsung dikuliti.

“Dagingnya dibagi-bagi kepada 70 orang, berapa berat daging buaya untuk satu orang tidak bisa diperkirakan sebab tidak ditimbang,” katanya.

BACA JUGA:  Sopir Travel Pemerkosa Penumpang Diringkus di Labuhanbatu

Buaya Dijerat Warga

Lanjut Baresman, masih ada satu ekor buaya yang lebih besar di Sungai Taikako.

“Untuk itu kepada warga Dusun Silaoinan dan sekitarnya kalau pergi memancing atau menjual hasil perkebunan ke Desa Sikakap dengan menggunakan perahu jangan sendiri-sendiri perginya tetap bersama-sama dan tetap selalu waspada,” ujar Baresman.

Di tempat terpisah, H Simanjuntak (70), warga Dusun Silaoinan menceritakan, dia sudah berdomisili di Dusun Silaoinan sejak tahun 1982 silam.

Menurutnya, sudah 4 ekor buaya tertangkap di Sungai Taikako. Buaya sering memakan ternak babi.

“Sejak saya tinggal di Dusun Silaoinan belum ada terdengar buaya di Sungai Taikako yang memakan orang, walaupun begitu kita tetap harus waspada, kalau tidak ada lagi ternak yang dimakan buaya itu tentu orang yang menjadi makanannya lagi,” katanya mengingatkan.

BACA JUGA:  KPU Medan Rekrut 38 Ribu Calon Anggota PPKS, Pemko Siap Dukung

Seperti diwartakan topmetro.news sebelumnya, diduga diterkam buaya, warga Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) ditemukan tewas membusuk tanpa tangan dan kaki.

Pria malang itu ditemukan Minggu (15/11/2020) di Sungai Bangko, tepatnya di Kelurahan Bangko Kanan Kecamatan Bangko Pusako.

Informasi yang dirangkum, korban atas nama Jumadi alias Jum (40) warga Dusun Bangun Setia,… Baca Selanjutnya di www.topmetro.news

Komentar

News Feed