oleh

Penyebab Insiden Putus Tangan Perawat RSUTP Abdya Masih Misteri

Meski tangan kanan yang putus total hingga lengan itu sudah berhasil disambung kembali oleh tim medis Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh pada Selasa (29/12) kemaren, tapi sejumlah masyarakat masih berasumsi mengenai kejadian tersebut. Pasalnya, belum jelas dengan pasti kenapa dan bagaimana kejadian yang sebenarnya.

Insiden yang nyaris kehilangan nyawa itu, membuat kepolisian setempat baru menduga karena kecelakaan. Hal itu dikatakan oleh Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution SIK melalui Kasat Reskrim AKP Erjan Dasmi kepada wartawan, Rabu (30/12) pagi.

Pihaknya menduga kalau musibah yang dialami perawat RSUTP asal Desa Alue Pisang, Kecamatan Kuala Batee itu karena kecelakaan lalulintas setelah sempat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan singkat dari korban.

“Meski kami menduga masih sebatas lakalantas, tapi kami akan terus mendalami dan melakukan penyelidikan,” terangnya singkat.

Disisi lain, Direktur RSUTP Abdya, dr Ismail Muhammad SpB sempat memberi keterangan kepada wartawan, kalau putusnya tangan kanan salah satu perawat di rumah sakit yang ia pimpin itu, karena sayatan benda keras dan tajam. Dimana, menurutnya, sisi luka pada potongan tangan terlihat rapi.

BACA JUGA:  Bupati Karo Gandeng TNI/Polri Tertibkan KJA Tongging Hingga Batas Juni – Desember 2021

“Kalau terkena benda tumpul pasti tulangnya akan retak dan patahannya remuk. Tapi kalau yang terjadi pada korban ini berbeda, sisi luka rapi seperti kena benda keras dan tajam,” ungkapnya.

Bahkan jikalau ada yang berasumsi dihantam hewan seperti kerbau atau sapi tidak menunjukkan tanda-tanda seperti itu pada lukanya. Lalu, pada tangan korban juga tidak terlihat bekas luka gigitan binatang buas. “Kalau kita lihat benar terkena benda tajam,” singkatnya.

Kejadian yang menimpa ibu muda satu anak itu masih membuat sejumlah masyarakat penasaran. Soalnya, saksi kunci satu-satunya adalah korban sendiri yang tau bagaimana kejadian sesungguhnya. Meski ia sempat pulang beriringan dengan rekannya, tapi posisi rekannya itu sudah jauh beberapa meter kedepan dan baru mengetahui kejadian itu setelah korban berteriak.

Bahkan beberapa warga setempat yang sedang menggarap lahan tidak jauh dari TKP juga sempat mendengar suara keras layaknya kecelakaan lalu terdengar minta tolong. “Mendengar ada yang berteriak minta tolong, saya dan pekebun lainnya langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi korban,” kata Bustami (60) warga setempat yang ditemui wartawan sedang menggarap lahan tak jauh dari TKP.

BACA JUGA:  Escavator Terjun ke Dasar Sungai Batang Toru, Satu Orang Hilang, Ini Penjelasan PT NSHE

Bustami menjelaskan kalau dirinya tidak melihat secara rinci mengenai kejadian itu pada awalnya. Pastinya ia baru mengetahui setelah terdengar suara keras seperti tabrakan kendaraan dan permintaan tolong.

“Kebetulan TKP tidak jauh dari tempat saya menggarap lahan kacang, jadi suaranya jelas terdengar. Tapi, bagaimana kejadian pada awalnya saya tidak tau. Pastinya sudah jatuh dari motor baru kami ikut menolong,” kata Bustami yang juga dibenarkan oleh rekannya Cut Abu.

Bahkan ia mengakui beberapa rekannya yang menggarap lahan dilokasi itu sudah dimintai keterangan oleh polisi sebagai saksi. “Ketika dimintai keterangan sebagai saksi, kami jelaskan apa adanya seperti yang kemi ceritakan kepada saudara tadi,” pungkasnya.

Saat wartawan menelusuri lokasi kejadian, jalan lurus menuju Desa Ie Mameh, Kecamatan Kuala Batee itu berada dijalur lurus tanpa hambatan. Meski sepi dari rumah penduduk, tapi jalan itu terang karena merupakan kebun masyarakat, hanya sisi pinggir jalan antara pagar dan kebun saja yang semak setinggi satu meter.

BACA JUGA:  Destinasi Wisata Alam Keren Tersimpan di Mandailing Natal

Di TKP, masih terlihat bekas saat korban tergelatak dengan tangan kanan putus total  terlempar ke sisi kiri jalan jika melaju dari arah Desa Ujung Padang, Susoh ke Ie Mameh, Kuala Batee. Pada sisi kiri jalan tepatnya korban tergeletak, berpapasan dengan kebun sawit dan sebelumnya juga ada kebun tanaman jagung yang sudah dipanen. Sementara sisi kanan jalan ada tanah kosong yang sedang digarap warga untuk bercocok tanam meski pagarnya agak tertutup rapat.

Sejauh ini belum bisa disimpulkan dengan pasti penyebab utama tentang kejadian mengenaskan itu. Karena menurut informasi sekilas, korban pada saat kejadian sempat juga melihat kalau tangannya putus dan langsung tak sadarkan diri. Korban hanya merasakan semacam hantaman keras lalu terjatuh dari kendaraan yang ia tunggangi. Semoga saja persoalan yang menimpa korban segera terpecahkan hingga jelas. (ZAL)

Komentar

News Feed