oleh

Proyek Drainase Di Jalan Wahidin Siantar Asal Jadi dan Sarat Kecurangan

Menurut Kasi Intel BAS Faomasi Jaya Laia SH MH menjelaskan jika penanganan perkara ini telah ditingkatkan oleh tim Intelijen Kejari Pematangsiantar. Setelah menerima laporan pengaduan, Kejari Siantar langsung menindaklanjuti dengan melakukan cek fisik dan melakukan pemanggilan kepada semua oknum yang terlibat dalam pekerjaan tersebut.

Bahkan hari ini, Selasa (22/12), tim Intel Kejari Siantar langsung mendatangkan ahli Koster Silaen dari Politeknik Medan, sebagai ahli yang bersertifikasi dalam menghitung dan memeriksa campuran yang digunakan untuk membuat drainase.

Koster juga memerintahkan pemborong untuk membongkar cor coran parit guna melihat langsung ketebalan dan kekuatan beton yang digunakan.

Meski di penghujung tahun, tim Intel Kejari Siantar dibawah kepemimpinan BAS Faomasi Jaya Laia terlihat serius menangani perkara tersebut. Turut serta dalam pemeriksaan tersebut tim jaksa penyelidik, tim inspektorat Pemko Siantar,  Ahli Koster Silaen, PPK, Direktur CV GAP dan Pengawas.

Menurut Koster, secara kasat mata patut diduga sudah ada kecurangan pekerjaan, campuran beton penutup parit sudah banyak yang hancur meski baru satu tahun.

BACA JUGA:  Bocah Dikursi Roda Itu Tersenyum Dapat Bantuan Dari Satika Simamora

“Secara kasat mata setelah dilakukan pengecekan fisik terkait ketebalan dinding parit, kedalaman parit hingga beton penutup drainase patut diduga adanya kecurangan dalam pekerjaan drainase tersebut,” jelasnya ketika ditanya wartawan siang itu.

“Kecurangan ada, tapi nilainya belum dapat dipastikan,” Hari ini Selasa (22/12) bersama Pemborong, pemenang tender, PPK, Inspektorat dan beberapa pekerja yang melakukan pekerjaan tersebut dilakukan pengambilan sampel dari beberapa titik, jelas Koster.

BACA JUGA:  Sumanggar Siagian SH Pimpin Penyuluhan Pentingnya Vaksinasi Cegah Covid 19 ke Warga Biru-Biru

Beton penutup belum setahun sudah banyak yang hancur, bahkan pekerjaan terlihat asal asalan. Beton penutup hanya diletakkan begitu saja di atas parit sehingga masing masing warga yang melakukan pembenahan (merapikan).

Menurut Koster, campuran beton saja dinilai tidak layak. Untuk itu sample yang telah diambil dari beberapa titik akan diuji di lab di depan semua pihak. Sehingga hasilnya benar benar transparan. Pemeriksaan ahli akan terus berlanjut, ungkapnya. (RH)

Komentar

News Feed