oleh

Gempa Palas Desak Kejari Usut Web Desa

PALAS – realitasonline.id | Aksi damai Gerakan Mahasiswa Pemuda  Peduli (Gempa) Padang Lawas mendesak Kejari Palas untuk mengusut tuntas pengadaan website desa 2019, di halaman Kejari Palas, Sibuhuan Kamis (17/12).
Gempa Palas menilai pengadaan website desa adalah proyek gagal dan telah menghabiskan anggaran yang cukup besar, ungkap koordinator lapangan Jainul Habibi Hasibuan.

Proyek pengadaan website desa itu nyata sangat janggal, kami minta pihak kejaksaan untuk melakukan pengusutan kepada seluruh pihak yang terlibat,” ucapnya”Gempa Palas menduga, pengadaan website desa yang dikoordinir oleh oknum tertentu yang bertujuan untuk mendapatkan fee. Bahkan berdasarkan pernyataan dari pihak penyedia barang seluruh website tersebut telah di non aktifkan akibat tidak jelasnya pembayaran dari pekerjaan tersebut”, papar Jainul.

Sedangkan koordinator aksi M. Anand, berucap bahwa pengadaan website desa desa tahun 2019, sebanyak 208 desa bersumber dari dana APBDes diduga banyak masalah, pasalnya setiap desa menganggarkan Rp. 13 juta, namun website desa hanya beberapa bulan saja dapat diakses, Sehingga wiebsite desa yang semula diharapkan membawa manfaat, namun nyatanya hingga kini (akhir tahun 2020) tidak bisa difungsikan.

BACA JUGA:  Kemenag Harus Jadi Ujung Tombak Sebagai Dalam Memperkuat Kerukunan Antar Umat Beragama

Sementara jika ditelusuri, kata Anand dalam pembuatan website desa tersebut ada beberapa kepala desa yang telah membayar lunas dan beberapa desa baru membayar lima jutaan rupiah, tanpa tanda terima pengeluaran keuangan desa.
Dalam aksinya di Kejari, Gempa Palas diterima Kasi BB Kuo Brata Kusuma, SH, MH, berjanji akan mempelajari permalasahan website desa dan menyampaikan kepada pimpinan. (IN)

Komentar

News Feed