oleh

Kemenangan Biden,  Bagaimana Pengaruh Ekonomi Sumut?

 Catatan ekonomi Gunawan Benyamin

Euforia pasar keuangan, saat Joe Biden menggungguli suara Donald Trump dalam Pilpres Amerika Serikat. Euforia pasar keuangan bisa terhenti. Seperti IHSG dan Rupiah sama-sama menguat tajam.

Rupiah saat ini sudah di kisaran Rp 14.250-an per US Dolar. Sementara IHSG naik dan mencapai titik tertinggi di pekan kemarin di level 5.353,53.

Kinerja IHSG dan Rupiah sama-sama mengalami pe nguatan seiring pasar menyambut baik keunggulan Joe Biden sebelumnya.

Namun, bagaimana kondisi pasar keuangan selanjut nya?. Saya berpendapat tren naik di pasar ke uangan bisa saja terhenti. Karena keunggulan Joe Biden sudah diantisipasi oleh pelaku pasar jauh hari sebelumnya

Sehingga di pekan ini pasar keuangan bisa saja mengalami koreksi atau stabil tidak beranjak jauh dari posisi sebelumnya.

Pelaku pasar akan kembali pada realita, di mana pasar akan sangat menanti sentimen-sentimen ekonomi yang menjadi fokus perhatian selanjutnya.

Termasuk kerangka kebijakan yang akan diambil Joe Biden. Selain itu, mengingat kenaikan IHSG yang sudah terjadi cukup signifikan.

Saya justru berpendapat bahwa pelaku pasar bisa saja merealisasikan keuntungan yang didapat sejauh ini. Memang ada indikasi kemungkinan IHSG mengalami ko reksi.Bisa saja memicu terjadinya penurunan kinerja indeks saham.

BACA JUGA:  Anggota DPRD Medan Sayangkan Pernikahan Dini Masih Terjadi

Saya menilai kemenangan Biden yang secara resmi sudah diumumkan. Justru sangat potensial memicu terjadinya koreksi. Pelaku pasar harus berhati-hati.

Ada rumus yang dipegang pelaku pasar saham sejauh ini. Yakni Buy on Rumor, Sell on News. Artinya pelaku pasar akan membeli saham saat ada rumor yang menguntungkan.

Nah, saat Biden diperkirakan menang, disaat itu pula pelaku pasar mengakumulasi saham. Begitu sudah menguntungkan pelaku pasar akan menjualnya.

Ekonomi nasional, selama Presiden Donald Trump mem berlakukan perang dagang dengan pasar mitranya, China.

Kita menyaksikan secara langsung kalau dampak dari perang dagang tersebut telah merusak sendi pere konomian. Tanpa covid 19 sekalipun, ekonomi global sudah mengalami kinerja penurunan karena ada perang dagang yang dipicu oleh AS.

Nah, kebijakan perang dagang ini diper tanyakan. Apakah nantinya AS di bawah kepemimpinan Presiden Biden akan banyak mengambil langkah berbeda.

Atau justru melakukan hal sama (melanjutkan perang dagang).Bagaimana AS nantinya justru menyelematkan ekonominya jika AS tidak melanjutkan perang dagang?.

Saya berasumsi kalau AS masih tetap akan melanjutkan perang dagang, mungkin dengan kadar yang berbeda. Disisi lain, AS memang selama ini masih memberikan kemudahan untuk membuka impor sejumlah barang dari Indonesia.

BACA JUGA:  Hendra DS Minta PUD Pasar Pelajari Saran Gubsu Terkait Migor Curah

Saya menilai, apa yang dilakukan AS tersebut memang menguntungkan untuk perdagangan secara bilateral dengan Indonesia.Tetapi tidak dengan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Karena perang dagang telah membuat banyak negara dunia mengalami penurunan kinerja ekonomi. Yang membuat Indonesia juga dirugikan akibar praktek perang dagang tersebut.

Terlebih mitra dagang utama Indonesia bukanlah AS. Jadi sekalipun disatu sisi kita diuntungkan karena kelonggaran kebijakan AS terhadap barang barang dari Indonesia. Tetapi perang dagang yang berkecamuk karena Amerika Serikat, lebih banyak memberikan efek mudharatnya bagi perekonomian nasional.

Namun, ada yang menarik yang perlu kita cermati kedepan. Yakni adanya perubahan sikap atau karakter dari presiden sebelumnya. Biden dinilai lebih tenang dalam bersikap. Ini nantinya akan sangat mempengaruhi pola kebijakan yang dibuat.

Disisi lain, trump yang dari partai Republik memang lebih konservatif dibandingkan dengan Demokrat.Saya melihat ada kemungkinan kebijakan ekonomi AS nantinya akan lebih liberal dibandingkan sebelumnya.

Trump lebih menunjukan egonya untuk kepentingan ekonomi AS semata. Kebijakan ekonomi di bawah presiden AS yang baru ini diperkirakan akan lebih banyak menguntungkan negara lain termasuk Indonesia.

BACA JUGA:  Hendra DS Ingatkan Penerapan Hukum Jangan Tumpul ke Atas Tajam ke Bawah

Bagiaman pengaruhnya terhadap Ekonomi SUMUT

Sumatera Utara berpeluang lebih diuntungkan oleh presiden AS terpilih saat ini. Dengan catatatn, AS dibawah kepemimpinan Biden lebih terbuka dengan kebijakan ekonomi bagi semua negara (liberal).

Sehingga ekonomi global bisa mengalami pemulihan. Kita harapkan harga CPO bisa terdongkrak.

Sejauh ini harga CPO dunia masih bertahan dikisaran 3100-an ringgit per ton. Kita harapkan ada pemulihan ekonomi segera dibawah kepemimpinan Biden yang bisa membuat harga CPO bertahan mahal.

Selanjutnya, ada perdagangan yang lebih adil khususnya terkait dengan komoditas yang dihasilkan oleh Indonesia atau Sumut khususnya.

Kita berharap di bawah kepemimpinan Biden, AS akan melunak terkait kebijakan proteksi yang dilakukan selama pemerintahan Trump. Sumut memiliki peluang lebih besar agar barang-barang yang dihasilkan bisa leluwasa masuk ke pasar di Amerika Serikat.

Saya yakin, Sumut akan mendapatkan manfaat besar dari situ. Semoga saja apa yang dilakukan Presiden AS sebelumnya tidak kembali berlanjut di masa yang akan datang. Seperti perang dagang, ketegangan di laut China selatan, dan perbaikan hubungan diplomatik lainnya.

Gunawan Benyamin, pengamat ekonomi dan Dosen UISU Medan.

Komentar

News Feed