TAPAKTUAN – Kapal Motor Ocean Ship 2 yang dikelola PT. Pelayaran Kartika Samudera Indah (KSI) beralamat Sibolga, nyaris tenggelam di Pelabuhan (Cerocok) Tapaktuan, Jumat (25/9/2020) lalu. Pasalnya, kapal pengangkut semen kantongan bertonase 675 Gross Ton (GT) yang bersandar di Dermaga Unit Pengelola Pelabuhan (UPP) Kelas III Tapaktuan, kondisinya sudah miring.
Kemiringan ini sudah terlihat dalam seminggu terakhir, namun gelombang pasang yang terjadi pada dalam seminggu terakhir ini memperparah kemiringan kapal. “Diduga terjadi kebocoran pada lambung kapal, akibat benturan dengan bangunan dermaga saat dihantam ombak,” papar Amin Hasibuan petugas pelabuhan setempat.
Baca Juga: Gelar Aksi, MPU Aceh Diminta Ikut Andil Atasi Kisruh Umat di Abdya
Amin membenarkan Ocean Ship 2 sudah lama bersandar di pelabuhan Tapaktuan, sejak terakhir kali melakukan bongkar muat pada akhir November 2018 lalu dan tidak mengetahui pasti penyebab kapal tersebut tidak lagi berlayar.
“Sesuai jadwal, kapal tersebut harus naik dok di daerah terdekat untuk menjalani perawatan, dalam hal ini di Banda Aceh,” terang Amin.
Baca Juga : Imbas Corona, 67 Ribu Mahasiswa PTS di Sumut Terpaksa Cuti Kuliah
Menyangkut biaya sandar, jawab Amin, perusahaan pengelola Ocean Ship 2 yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja 475, Kelurahan Aek Habil, Sibolga, itu harus membayar jasa tambat sesuai aturan yakni sebesar Rp.38/GT per hari atau Rp26.650 per hari terhitung November 2018 hingga dilayarkan kembali.
Dalam musibah ini, pihak PT Pelayaran KSI berupaya mengembalikan posisi kapal, ditandai dengan adanya pembuangan air dari kapal oleh personil Damkar dibantu KPLP setempat.
“Kita lakukan pembuangan air terlebih dahulu untuk mengembalikan posisi kapal dan selanjutnya melihat tingkat kebocoran untuk diperbaiki. jika dimungkinkan, kapal tersebut akan di layarkankan untuk naik dok, … Baca Selanjutnya di Realitasonline.id












Komentar