oleh

Lima RS Rujukan Covid-19 di Sumut Butuh Fasilitas SOP dan SDM

Medan – Lima rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumut butuh fasilitas pendukung dan mekanisme atau standar SOP dan SDM. Penegasan ini diungkapkan Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumut dr. Tuahman F Purba kepada wartawan , Kamis (06/08/2020).

Seperti diketahui, lanjut Tuahman, lima RS berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/169/2020 tentang Penetapan Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu, yakni RSUP H. Adam Malik, RSUD Kabanjahe, RSUD Djasemen Saragih P. Siantar, RSUD Tarutung dan RSUD Kota Padangsidimpuan.

“Pemerintah sudah menunjuk lima rumah sakit tersebut sebagai rujukan pasien Covid-19. Maunya lima RS ini betul-betul disiapkan semuanya, baik dari segi fasilitas, pelindung serta mekanisme SOP penanganan pasien,” tegas Tuahman.

Menurutnya, jika lima RS rujukan tersebut memiliki fasilitas pendukung yang lengkap dan SOP yang jelas, maka penanganan terhadap pasien menjadi lebih tepat. Seperti penanganan terhadap pasien yang gejala klinis-nya dengan Covid-19 ada, tapi diagnostiknya tidak ada.

“Kalau diagnostiknya tidak ada inikan menambah beban pemerintah, dia dirawat beberapa hari di RS karena klinisnya (gejala Covid-19) ada, tapi setelah dirawat beberapa hari baru keluar hasil swab PCR-nya yang dikirim ke Medan, misalkan hasilnya negatif. Nah, selama dirawat tadikan besar uang negara keluar. Belum lagi, penanganan pasien positif tapi tak ada gejala klinisnya, bagaimana penanganannya? Jangan yang demam sedikit, katanya dicovidkan. Karena tidak ada diagnostik (laboratorium PCR) dari daerah tadi. Makanya fasilitas dan SOP di lima RS rujukan ini harus jelas,” ungkapnya.

BACA JUGA:  24-27 Maret MTQ Tingkat Kota Siantar di Lapangan Adam Malik

Pasien Butuh Psikiater di di RS Rujukan Covid-19

Masih menurut Tuahman,masalah psikososial pasien Covid-19 harus menjadi perhatian pemerintah.

“Saya ini alumni Covid-19, klinis ku tidak ada apa-apa. Makanya saya bilang, masalah psikososial lebih berat daripada gejala klinisnya, oleh karena itu perlu tenaga psikolog atau psikiater untuk mendampingi pasien yang sedang dirawat agar tidak stres atau cemas,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Satu Visi Membangun Taput

Dia yakin jika fasilitas, SOP dan SDM tidak disiapkan di RS rujukan Covid-19 ini, maka,…Baca Selanjutnya di www.topmetro.news 

Komentar

News Feed