Bupati Baharuddin Siagian Gelorakan Semangat Bangkit, Bersatu, dan Berdaulat!
* Reportase Reflektif dari Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-117 di Batu Bara
Batu Bara — Pagi yang cerah di Lapangan Sepak Bola Siajam, Desa Sei Bejangkar, menjadi saksi ketika Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si berdiri tegak sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117, Selasa, 20 Mei 2025.
Namun lebih dari sekadar prosesi seremonial, momen ini menjadi panggung bagi Bupati Baharuddin untuk kembali menyalakan api semangat kebangsaan: semangat untuk bangkit, bersatu, dan berdaulat sebagai bangsa.
Dalam pidato reflektif yang sarat makna, Baharuddin tidak hanya menyampaikan pesan-pesan resmi kenegaraan, tetapi juga mengartikulasikan semangat kolektif bangsa dalam bahasa jiwa—membangkitkan kesadaran bahwa sejarah adalah lentera bagi masa depan, dan kebangkitan adalah pilihan sadar yang harus terus diperjuangkan.
Tak bisa disangkal, Baharuddin Siagian bukan sosok yang asing dalam dunia gerakan pemuda. Ia tumbuh dari rahim aktivisme dan idealisme. Di masa mudanya, ia dikenal luas sebagai tokoh pemuda nasional asal Sumatera Utara—seorang yang terbiasa berpikir dan bertindak dalam narasi besar: kemajuan bangsa, keadilan sosial, dan kemandirian Indonesia.
Kiprahnya sebagai Bupati Batu Bara selama ini pun tidak lepas dari karakter kepemimpinan heroik itu. Dalam berbagai momen bersejarah daerah maupun nasional, Baharuddin kerap tampil sebagai pemimpin yang menyuarakan nilai-nilai kejuangan. Saat peringatan Hari Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, dan Hari Proklamasi Kemerdekaan, ia selalu menggunakan pidatonya untuk membakar semangat rakyat—terutama generasi muda—agar tidak terjebak dalam rutinitas tanpa makna, tetapi bergerak dengan cita dan daya juang yang tinggi.
Kehadirannya di tengah-tengah pelajar, guru, organisasi pemuda, ormas, dan ASN dalam upacara Harkitnas kali ini adalah lanjutan dari konsistensinya itu. Ia tidak berbicara sebagai birokrat, tetapi sebagai pejuang nilai. Ia menyebut bahwa momen Harkitnas adalah titik refleksi bagi setiap warga negara untuk mengevaluasi sejauh mana semangat nasionalisme terimplementasi dalam profesi, perilaku, dan pengabdian masing-masing.
“Bangkit bersama adalah ajakan moral. Tapi lebih dari itu, ia adalah tindakan kolektif yang membutuhkan keberanian dan integritas dari setiap elemen bangsa,” ucapnya.
Baharuddin sadar betul bahwa Kabupaten Batu Bara memiliki posisi strategis dalam menyumbang energi kebangkitan bangsa. Ia terus mendorong birokrasi yang inovatif, pendidikan yang berkarakter, dan partisipasi pemuda yang transformatif. Dalam beberapa kesempatan, ia menekankan bahwa kebangkitan lokal adalah fondasi kebangkitan nasional.
Tak heran, di mata sebagian kalangan, Baharuddin mulai dipandang bukan hanya sebagai pemimpin administratif daerah, tapi sebagai simbol kebangkitan moral dan nasionalisme lokal. Ia kerap menjadikan sejarah sebagai titik berangkat untuk masa depan, dan menjadikan pemuda sebagai subjek utama dalam narasi pembangunan.
Kini, di usia 117 tahun kebangkitan nasional, Bupati Baharuddin kembali menorehkan jejak kepemimpinan yang mengilhami. Ia mengajarkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya—tetapi lebih dari itu, bangsa yang sanggup menyalakan kembali obor sejarahnya untuk menerangi jalan ke depan.











