oleh

Peringatan Hari Bumi: Selamatkan Bumi, Berikan Solusi Bukan Polusi

MEDAN – Bumi ini, bumi tempat kita tinggal, tempat bernaung seluruh makhluk hidup yang mulai renta akibat pemanasan global, untuk kita pelihara dan jaga bersama.

Setiap tahun pada tanggal 22 April, milyaran orang di seluruh dunia bergabung bersama memperingati Hari Bumi atau Earth Day.

Peringatan hari bumi ini sejatinya untuk meningkatkan kesadaran kita tentang perlindungan lingkungan dan keanekaragaman hayati, ini merupakan momentum masyarakat global dalam misi penyelamatan bumi dari pemanasan global yang saat ini sangat dirasakan dampaknya.

BACA JUGA:  FKPT SUMUT LAKSANAKAN KEGIATAN GEMBIRA BERAGAMA

Pemanasan global terjadi disebabkan Gas Rumah Kaca, beberapa faktor penyebabnya adalah pembakaran bahan bakar fosil, penggundulan hutan, dan industrialisasi.

Akibatnya suhu global meningkat, bumi menjadi panas, gletser mencair dan air permukaan laut naik, dari laman kedutoday.com.
Perubahan cuaca dan iklim secara drastis berkontribusi mempengaruhi habitat satwa liar dan hutan, akibat dari semua itu dapat menyebabkan kekeringan disatu wilayah, curah hujan yang tinggi ditempat yang lainnya.

BACA JUGA:  Keluarga Besar MABMI Berduka, Tahlilan Di Kantor PB MABMI

Pemanasan global memicu kondisi cuaca ekstrim ini dapat mengakibatkan terjadinya bencana yang tidak di inginkan. Tidak berlebihan peringatan Hari Bumi tahun 2022 mengangkat tema “Invest In Our Planet”.

Dalam Seminar Hari Meteorologi Dunia ke -72 Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengingatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian alam, bencana alam terjadi tidak terlepas dari ulah manusia yang merusak lingkungannya.

Kita harus menjaga alam, maka alam akan menjaga kita, kita harus jaga keseimbangannya.

BACA JUGA:  Maskur Ngaku Lahannya di Hamparan Perak Diserobot, Wakil Pengusaha Tantang Laporkan

Dalam laporan terbaruThe Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menekankan emisi harus dikurangi secara drastis dalam dekade ini.

Hari Bumi adalah sebuah momentum bagi manusia untuk kembali mengingat dan menjaga planet ini.

Solusinya ada di luar sana, dan kita tahu apa yang harus dilakukan apakah transisi ke energi terbarukan, melestarikan hutan dan lahan atau membersihkan diri kita dari momok polusi plastik.

Penulis : Abdul Aziz, ST
Pemerhati sosial dan lingkungan.

News Feed