oleh

Sumut Rangking Pertama Pengguna Narkoba di Indonesia

MEDAN – Provinsi Sumatera Utara, menempati rangking pertama di seluruh Indonesia sebagai pemakai ataupun Pengguna Narkoba. “Ini tentu memprihatinkan kita bersama. Kalau ini tidak kita basmi bersama, maka kita pasti yakin dan percaya generasi penerus bangsa, khususnya warga kita dari Sumatera Utara. Itu akan menjadi korban untuk masa depannya,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak. Saat pengungkapan jaringan dan tersangka narkotika di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Rabu (14/4/2021) petang.

BACA JUGA:  Menteri BUMN Diminta Evaluasi Pejabat PT KINRA, APH Diminta Usut Tuntas Secara Transparan

Karena itu, sambung Panca, Polda Sumut dan jajaran bersama Forkopimda Sumut. Berharap rangking pertama semua ini tidak terjadi di Provinsi Sumut.

“Sebab itu, hari ini kita laksanakan deklarasi bersama dengan thema ‘Tolak Narkoba Menuju Sumut Bersinar’,” ujar Panca.

Pengguna Adalah Korban Narkoba

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumut bersama para unsur Forkopimda, tokoh agama, MUI, para ulama dan seluruh tokoh masyarakat serta penggiat anti Narkoba dan teman-teman dari seluruh lintas sektoral atas kepeduliannya dalam pemberantasan Narkoba rangking pertama ini.

BACA JUGA:  Sudah Diuji, 338.176 Spesimen Covid-19 di Sumut

“Saya sudah menyampaikan bahwa ini adalah komitmen kita bersama. Saya mengucapkan terima kasih atas komitmen ini. Sekali lagi saya mohon dukungan dari seluruh masyarakat. Kita harus tegas,” tegas Panca.

Dia menyebut, kondisi ruang tahanan Narkoba penuh dengan warga negara Indonesia.

“Karena itu, ke depannya ini tidak boleh terjadi rangking pertama dan secara pasti kita harus mengurangi warga masyarakat kita yang menjadi korban narkoba,” harap Panca.

BACA JUGA:  Ketua PKB Sumut UKK Ust Harun Pimpinan Pesantren Darularafah Selaku Bacaleg DPRD Sumut

Kapolda Sumut didampingi Waka Polda, Brigjen Pol Dr Dadang Hartanto, memaparkan hasil pengungkapan tindak pidana Narkoba sejak Desember 2020 sampai Februari 2021 dengan 66 kasus,… Baca Selanjutnya di www.topmetro.news

Komentar

News Feed