oleh

Dua Kubu F SPTI-K SPSI Padang Tualang Bentrok, PT MTJ Akan Buat Bongkar Muat Mandiri

STABAT – realitasonline.id | Lagi-Lagi dualisme Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTI-KSPSI) Kabupaten Langkat saling berseteru di depan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Mulia Tani jaya (MTJ), pada Rabu (17/3/2021) sekira Jam 09.30 WIB.

Diketahui kedua kubu Unit Pimpinan Kerja (PUK) Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang tersebut, dipimpin oleh Khairuddin versi Iskandar PA dengan anggota 70 orang dan Irwansyah alias Aseng versi Sejarahta Sbr dengan anggota 60 orang.

Perseteruan yang kesekian kalinya terjadi di depan pintu masuk PKS MTJ itu dipicu karena sama-sama bermaksud ingin mengambil alih kerjasama rekanan sebagai tenaga bongkar muat.

BACA JUGA:  Bupati Asahan Terima Audensi PC PMII

Akibat kegaduhan dualisme kepemimpinan itu membuat puluhan truck pengangkut buah Tandan Buah Sawit (TBS) tidak dapat masuk ke pabrik dan PKS pun tidak dapat beroperasi mengolah TBS.

Syarif (39) selaku pihak PKS mengatakan, bahwa kegaduhan itu sudah berulang kali terjadi, sehingga membuat TBS yang diangkut sopir truck terlambat masuk.”Kita mau selesaikan dahulu sengketa mereka, tapi untuk sementara ini kita akan buat bongkar muat mandiri dari pabrik,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Tiga Bayi Laki-laki Lahir di Kota Medan saat HUT ke-75 RI

Syarif juga menambahkan, atas kejadian ini tentu saja membuat pihak PKS merugi, karena truck pengangkut TBS tidak dapat masuk dan dibongkar. Sehingga menyebabkan pabrik tidak dapat beroperasi mengolah TBS dari Jam 09.00-13.00 WIB.

“Kita khawatirkan apabila mereka terus ricuh begini bisa membuat supplier TBS kita beralih ke PKS lain, makanya kita mau ambil inisiatif buat bongkar muat sendiri.” Pungkas Syarif.

BACA JUGA:  Kampanye Akbar Anies Di Sumut Tertib, Syaiful Syafri Ucapkan Terima Kasih Kepada Jajaran Polda Sumut

Kapolsek Padang Tualang AKP Tarmizi Lubis SH melalui Kanit Reskrim IPTU Martin Ginting membenarkan kejadian tersebut. “Ini saya masih periksa korban yang sedang membuat pelaporan, karena mengalami robek akibat benturan benda keras di kepalanya,” pungkasnya.

Martin juga menambahkan, bahwa korban bernama Samsul (44) warga Dusun Teluk Brohol, Desa Besillam ini merupakan korban pemukulan yang dilakukan oleh salah satu anggota Aseng dengan menggunakan tojok sawit. (AA)

Komentar

News Feed