oleh

Kerusakan Makin Parah, Jalan Provinsi Tarutung-Sipahutar Tidak Kunjung Dijamah

TAPUT – realitasonline.id | Walaupun kerap disuarakan maupun disurati Bupati Tapanuli Utara kepada Gubernur Sumut, namun hingga kini Jalan Lintas Tarutung Sipahutar tidak kunjung dijamah.

Kerusakan semakin parah dimulai dari simpang Hutabarat hingga menuju Ibukota Kecamatan Sipahutar di puluhan titik diwarnai jalan yang berlubang membuat kendaraan ekstra hati-hati ketika melintas.

Bupati Taput Nikson Nababan kepada Realitasonline.id, via selular membenarkan sudah berulang kali menyurati Gubernur Sumut agar mendapat perhatian pembangunan terhadap jalan Provinsi yang rusak di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Sumatera Utara (Sumut).

BACA JUGA:  Tingkat Ekonomi, Lurah Sei Kera dan Masyarakat Bentuk BUMKel dan Pokmas

“Sudah berulang kali kita surati Pak Gubernur untuk menindaklanjuti jalan Provinsi yang rusak di Tapanuli Utara,” ujarnya Kamis (14/4) 2021.

Baca juga: SD di Batubara Dapatkan Program Dukungan Kebersihan dan Perubahan Perilaku

Bahkan, lanjut Nikson, Kementerian PUPR juga sudah pernah di surati untuk pembangunan jalan provinsi yang rusak parah di Taput.

“Kemarin juga sudah saya surati Kementerian PUPR agar dibantu DAK khusus ke Pemprov Sumut untuk membangun jalan Propinsi yang sudah rusak parah,” terangnya.

BACA JUGA:  Ibu Kandung Pembunuh 3 Anak di Nias Meninggal

Nikson berharap, permintaan yang ia sampaikan tersebut kiranya segera terealisasi. “Mudah mudahan disetujui,” harapnya.

Camat Sipahutar Ronal Silitonga senada juga meminta Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi untuk memberikan perhatian agar jalan yang rusak tersebut dibangun.

Selain kepada Gubernur, Ronal juga minta Anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan (Dapil) Tapanuli Utara agar memperjuangkannya sehingga ke depan dapat diperbaiki jalan rusak tersebut.

Menurut Ronal, akibat kondisi jalan rusak tersebut, menjadi kendala bagi masyarakat di Kecamatan Sipahutar untuk memasarkan hasil pertanian.

BACA JUGA:  Percut Geger! Mayat Wanita Ditemukan dengan Luka Tusuk di Leher

Selain itu, menurut Ronal, wisatawan pun jadi enggan berkunjung ke Kecamatan Sipahutar akibat kondisi jalan itu.

“Jadi enggan masyarakat berwisata ke Sipahutar akibat akses jalan yang kurang (bagus),” ungkapnya.

Ronal mengatakan, kondisi jalan Tarutung Sipahutar diperkirakan sudah rusak belasan tahun.

“Panjang jalan Tarutung Sipahutar sekitar 20 Km,” katanya.

Ronal menambahkan, Kecamatan Sipahutar sebagai penghasil buah nanas di Taput, memiliki konsep Agrowisata.

“Pengunjung yang datang ke Kecamatan Sipahutar, petik dan makan (nanas) di lokasi,” tuksanya. (AS)

Komentar

News Feed