oleh

Kejari Siantar Dakwa EWH Pemalsu Faktur Pajak Rugikan Negara 7,5 M

P.SIANTAR – Realitasonline.id | Sidang perdana pemalsu Faktur pajak EWH (50) mulai digelar di Pengadilan Negeri Pematangsiantar Selasa (15/12). Jaksa Dostom Hutabarat yang juga sebagai Kasi Pidsus  langsung membacakan surat dakwan di persidangan siang itu bersama jaksa Elyna Simanjuntak.

Persidangan dipimpin ketua majelis hakim M Iqbal Purba. Terdakwa dijerat jaksa melanggar pasal  39A huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah  dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan jo. Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Menurut dakwaan JPU, warga Binjai ini sengaja datang ke kota Pematangsiantar bersama istrinya Kory Habibah (alm) dan mengontrak ruko di jalan Narumonda Bawah No.76 Kebun Sayur Kecamatan Siantar Timur. Lalu mendirikan CV Sumber Sinar Mas (SSM) melalui notaris Tamin Halim dengan memalsukan KTP terdakwa dan istrinya Kory Habibah menjadi Daliah Tandun (istri pertama yang sudah dicerai).

BACA JUGA:  Dalih APBD Belum Turun, Dinkes Pakpakbharat Tolak Langganan Koran

Setelah akte pendirian CV SSM terbit, terdakwa sebagai Persero komanditer usaha perdagangan eksim, usaha perindustrian dan perbengkelan juga transportasi. Ruko yang disewa tersebut juga sebagai rumah makan. Sedangkan istrinya sebagai Direktur.

Usaha tersebut hanya akal akalan terdakwa saja untuk bisa menerbitkan faktur pajak. Karena terdakwa hanya 5 bulan saja berada di Pematangsiantar dan jarang berada di ruko yang dikontraknya.

BACA JUGA:  Pengedar Sabu Asal Sidamanik Mohon Keringanan Pasca Dituntut 9 & 7 Tahun

Setelah terdaftar di KPP Pratama Pematangsiantar, terdakwa menerbitkan faktur faktur pajak yang sebenarnya tidak ada (palsu). Antara CV SSM selaku penjual dengan pihak lain sebagai pembeli (PT.Andhika Pratama Jaya Abadi, PT Mitra Jaya Agung Makmur, CV Kharisma Mitra Abadi, CV Mustika Mandiri dan masih banyak lagi.

Terdakwa EWH mendapat keuntungan dari faktur faktur pajak fiktif dan telah mengakibatkan timbulnya kerugian pada pendapatan negara. Berdasarkan perhitungan ahli perpajakan Reginaldi SE, Ak Mau 2016-2017 mencapai Rp.7.506.130.690.-

BACA JUGA:  Harianto Ginting SH: Reformasi di Penyidik Polri Penting, Sebagai Ujung Tombak Penegakan Hukum Pidana

Saat ini terdakwa ditahan di Rutan Mapolresta Siantar (titipan), pasca ditangkap di rumahnya Perumahan Tandam Indah Binjai dan diserahkan ke Kejari Siantar pada Jumat (26/11) lalu.

Agenda persidangan pada Selasa mendatang adalah pembuktian, mendengarkan keterangan saksi-saksi dari JPU. Dalam persidangan,  terdakwa didampingi pengacaranya dan tidak mengajukan eksepsi.

Demikian dikatakan Kasi Pidsus Dostom Hutabarat kepada wartawan usai persidangan siang itu. (RH)

Komentar

News Feed