Medan – Gubsu Edy Rahmayadi yakin sentuhan kasih sayang dengan hati nurani dari tenaga kesehatan dapat menangkal tren atau kecenderungan masyarakat berobat ke luar negeri.
“Pengamatan saya, magnet utama pasien berobat ke luar negeri bukan sekedar karena canggihnya alat kesehatan melainkan karena pelayanan kesehatan yang baik, terutama sentuhan kasih sayang,” ujar Gubsu, Kamis (15/9).
Untuk itu lanjut Gubsu saat memberikan motivasi kepada 2000 mahasiwa Institut Kesehatan Helvetia pada acara Dies Natalis ke-22 Institut tersebut di Kampus Jalan Kapten Sumarsono Medan, para calon tenaga kesehatan hendaklah meningkatkan jiwa kasih sayang untuk melayani para pasien.
Hadir dalam acara tersebut Ketua Yayasan dr Hj Bekum Suroyo, Rektor Institut Kesehatan Helvetia Dr H Ismail Effendi, Kadis Kesehatan Sumut Drg Ismail Lubis, Kadis Pendidikan Dr Asren Nasution MA, Kadisnaker H Bahar Siagian dan Direktur RS Haji Medan Dr Reulina Ginting beserta civitas akademika.
Gubsu mengingatkan bahwa ada kecendrungan masyarakat lebih senang berobat ke luar negeri daripada di Medan padahal sarana kesehatan tidak kalah canggihnya dengan rumah sakit di Medan.
Kecenderungan ini perlu.mendapatkan perhatian terutama bagi dunia pendidikan kesehatan, padahal banyak mahasiswa dari luar negeri yang kuliah di Universitas atau Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan di dalam negeri.
Berdasarkan pengalaman saya magnet utama menyebabkan pasien berobat ke luar negeri bukan karena canggihnya alat kesehatan melainkan karena pelayanan kesehatan yang baik terutama sentuhan kasih sayang, perhatian para tenaga kesehatan dan manajemen kesehatan dalam melayani pasien.
” sentuhan kasih sayang itulah yang menjadi magnet utama dalam mengobati pasien” .ujar Edy Rahmayadi seraya mengatakan kasih sayang itu harus terus dipupuk dan diaplikasikan dalam pelayanan kita kepada masyarakat.
Gubsu berharap para Mahasiswa sebagai generasi penerus untuk bersama dirinya ikut membesarkan Sumatera Utara.
” saya butuh kalian,saya butuh kalian yang memiliki keahlian dan ketrampilan membesarkan nama Sumut” ujar
Gubsu menyatakan sebagai generasi muda yang saat ini telah banyak menikmati fasilitas
perkembangan teknologi informasi dan modernisasi, para mahasiswa harus termotivasi untuk tidak cepat menyerah dalam menggapai cita- cita.
Edy mengingatkan agar tidak mudah menyerah, sebab yang mudah menyerah akan cepat pula mengalami kegagalan.
” jika anda tidak mudah menyerah, maka anda tidakkan pernah gagal ” ujar Edy, seraya menyatakan semakin besar tantangan yang dihadapi akan semakin besar pula harapan yang menanti.
Bangga dengan ketegasan
Sementara itu Rektor Institut Kesehatan Helvetia Dr H Ismail Effendi melaporkan Institut Kesehatan saàt ini mendidik 5000 mahasiswa/i dengan 12 prodi dan yayasan telah memiliki 5 rumah sakit yang tersebar di Sumut.
Potensi akan turut memberikan kontribusi untuk pembangunan pendidikan dan kesehatan menuju Sumut Bermartabat.
Rektor menyatakan apresiasi dan bangga atas sikap tegas Gubsu dalam memimpin Sumatera Utara.
Ketegasan Gubsu Edy Rahmayadi menurut Rektor menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi dan menjadi pendorong bagi civitas Institut Kesehatan mendukung program dan kepemimpinan Gubsu Edy Rahmayadi.
“Perhatian dan kepedulian, dan ketulusan Gubsu terhadap rakyat memberikan kebanggaan kepada kami” ujar Rektor.











