AEKKANOPAN – realitasonline.id | Usai melalukan penggeledahan di Kantor Bupati Labura, KPK bawa sebanyak 2 koper warna hitam, 1 koper warna biru dan 1 dus kotak dokumen , Selasa (14/7/2020) sore.
Pantauan wartawan di lokasi, setelah 5 jam penggeledahan di Kantor Bupati Labura, sekira pukul 16.00 Wib penyidik KPK bergegas keluar gedung memboyong sejumlah dokumen yakni 2 koper warna hitam, 1 koper warna biru dan 1 kotak dus kemasan mie instan.
Penyidik KPK yang keluar dari kantor bupati langsung dikawal ketat personil Polres Labuhanbatu. Sejumlah penyidik tampak mengenakan rompi anti rasuah.
Namun penyidik tidak memberikan banyak komentar saat ditanyai sejumlah wartawan. “Maaf ya, untuk konfirmasi lebih detail, sebaik tanya langsung humas KPK”, ucap salah seorang penyidik KPK yang bergegas masuk ke dalam mobil.
Salah seorang personil Polres Labuhanbatu saat ditanya mengatakan, hari ini tim penyidik KPK menggeledah di dua tempat yakni Kab. Asahan dan Kab. Labura.
“Penggeledahan dibagi dua tempat, di Asahan di rumah oknum rekanan kontraktor, sedangkan Kab. Labura di rumah oknum ASN inisial AS dan kantor bupati, untuk itu saya tidak bisa memaparkan lebih lanjut”, sebutnya sambil senyum.
Usai penggeledahan di Kantor Bupati Labura, penyidik KPK berangkat ke arah Rantauprapat, Kab. Labuhanbatu. Sedangkan Bupati Labura H. Kharuddin Syah hingga menjelang maghrib belum keluar dari kantor bupati.
Amatan di lokasi, tampak di rumah dinas Bupati Labura dipenuhi banyak orang. Selain itu terparkir beberapa unit mobil mewah di depan teras rumah, namun para ASN enggan memberikan komentar. (RSY)








Komentar