oleh

Tarmizi Pemilik PIT Jengkol Unggul Terbaik di Abdya

BLANGPIDIE – realitasonline.id | Mungkin sosok Tarmizi tidak asing lagi dikalangan masyarakat Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), khususnya wilayah Desa Kayee Aceh. Dimana, petani yang sudah menggeluti dunia perkebunan sejak puluhan tahun silam itu tidak disangka-sangka merupakan pemilik pohon induk tunggal (PIT) Jengkol Unggul Abdya yang sudah menyandang sertifikat jengkol terbaik se Indonesia.

Pria kelahiran tahun 1975 itu, mengaku sudah mulai berminat untuk membudidayakan jengkol sejak tahun 2006 silam, di areal perkebunan kawasan Desa Kayee Aceh, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Abdya. Dengan modal seadanya, Tarmizi mulai menggarap lahan untuk ditanami jengkol yang tanpa disadari telah menumbuhkan jengkol unggul yang mampu menandingi hasil standar nasional.

“Pada masa itu, saya menanam jengkol ini hanya untuk keperluan sehari-hari saja, bukan untuk bisnis. Seiring berjalannya waktu, tanaman jengkol yang sudah saya rawat sejak kecil ini pun memberikan hasil yang maksimal dan menempatkan posisi menjadi pohon jengkol terbaik se Indonesia dengan hasil panen satu batang jengkol mencapai 700 kilogram dalam sekali panen,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (15/3).

BACA JUGA:  Badan Jalan Gampong Alur Mas Kluet Utara Memprihatinkan

Pada tahun 2019 lalu, kata Tarmizi, beberapa tim ahli Kementerian Pertanian (Krmentan) dan Peneliti Perkebunan dari Bogor pernah beberapa kali turun ke lokasi di kebun jengkol miliknya untuk melakukan penelitian dan uji sampel hingga final pada akhir tahun 2020. Alhasil, pohon induk tunggal ini menjadi yang terbaik dan tiada duanya.

Menyadari pohon jengkol dikebunnya yang terbaik se Indonesia, Tarmizi merasa itu hanyalah rezeki yang datang dari Allah SWT dan patut untuk disyukuri. Awalnya, banyak masyarakat disekitar Lembah Sabil ini enggan peduli dengan tamana jengkol. Bahkan beberapa kali pernah ditawarkan bibit oleh Tarmizi, namun para pekebun hanya mengambilnya untuk ditanami sekitar pagar kebun dalam jumlah yang sedikit.

BACA JUGA:  DPRD Medan Sesalkan Masih Ada Pungli di Disdukcapil

Tapi sekarang sudah jauh berbeda, tanaman jengkol yang dulunya kurang peminat itu, justru sudah menjelma sebagai tanaman andalan sekaligus menjadi pendapatan masyarakat.

“Jengkol Abdya sekarang sudah terkenal, apalagi baru-baru ini, Kementan telah menyerahkan sertifikat terbaik yang langsung diberikan oleh pak Gubernur kepada Bupati Abdya pada waktu peresmian jembatan Krueng Teukuh beberapa waktu lalu di Kuala Batee,” sebutnya.

Sebagaimana diketahui, tambah Tarmazi, jengkol Abdya ini tergolong unik dengan dagingnya yang tebal serta cita rasa yang berbeda bila dibandingkan jengkol-jengkol lainnya di Indonesia. Pada dasarnya, jengkol sebelumnya juga ada yang terbaik di Bengkulu. Namun setelah meneliti jengkol di Aceh, haluan terbaik saat ini disandang pula oleh Abdya yang melebihi hasil target standar nasional.

BACA JUGA:  Benda Diduga Otak Manusia Ditemukan di Jalanan Dibungkus Aluminium Foil

“Kalau hasil penelitian standar nasional 600 kilogram perbatang dalam sekali panen. Tapi pohon induk tunggal ditampat saya ini mampu menghasilkan 700 kilogram dalam sekali panen dengan umur antara 6-8 tahun,” tuturnya.

Sekarang ini, sambung Tarmizi ada sekitar 70 batang jengkol duplikat dari pohon induk tunggal di kebun ini. Hal itu, belum termasuk dengan satu hamparan dikebun-kebun milik tetangga lalinnya yang juga memiliki pohon duplikat jengkol ini.

“Kita berharap kedepan, jengkol Abdya sudah menyandang sertifikat terbaik ini tidak terputus begitu saja, akan tetapi bisa terus berkembang dan terus menjadi komuditi andalan selamanya,” demikian tandasnya. (ZAL)

Komentar

News Feed