oleh

Wagub Ijeck Bangga Buku “Langkah Cermat Anak Kebon” Hardi Mulyono

DELI SERDANG – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck memberikan apresiasi atas peluncuran buku berjudul “Langkah Cermat Anak Kebon” oleh Dr KRT Hardi Mulyono di Desa Klambir 5 Kebun Dusun X Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang, Rabu (11/11/2020).

Wagub Ijeck juga bangga dengan kepedulian Hardi Mulyono yang juga Rektor Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah dengan gagasannya mendirikan Rumah Yatim Wagimin-Misnam sebagai wadah generasi penerus yang hari ini (Rabu) diresmikan Wagub Sumut.

“Harapan kita dengan peluncuran buku Bapak H Hardi Mulyono ini menjadi satu inspirasi dan motivasi bagi kita semu, terutama generasi penerus bangsa. Bahwa tidak ada kata menyerah,” ujar Wagub.

Baca juga: Mahasiswa Unimal Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Pematangsiantar

Motivasi itu, lanjut Wagub, melihat dari latar belakang seorang Hardi Mulyono yang merupakan tokoh yang lahir dan besar di wilayah perdesaan, bahkan dari kebon (perumahan perkebunan). Artinya tidak ada yang tidak mungkin untuk bisa diraih, dengan niat dan tekad, rajin serta semangat baja. Terutama restu orang tua serta ridho Allah SWT.

BACA JUGA:  Per 11 September, Vaksinasi di Humbahas Capai 74,11 Persen

“Mudah-mudahan dengan semangat ini, bisa ditularkan kepada anak-anak bangsa di masa depan. Semoga generasi penerus membawa bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan bisa mengelola potensi yang ada,” sebutnya, yang sekaligus juga menandatangani buku tersebut.

Sementara terkait peresmian Rumah Yatim Wagimin-Misnam, Wagub menekankan bahwa keberadaannya merupakan langkah baik yang diambil seorang Hardi Mulyono bersama empat saudaranya yang lain. Sebab tempat itu merupakan rumah dari peninggalan orang tua mereka yang diperuntukkan bagi kemaslahatan umat, khususnya anak yatim/piatu, juga untuk belajar Alquran.

BACA JUGA:  Pencarian Wisatawan Tenggelam di Danau Toba Dihentikan

“Secara sosial, ini satu hal yang baik bagi Bang Hardi dan keluarga. Dengan menyerahkan, menginfakkan dan mewakafkan rumah dari peninggalan orang tua menjadi rumah yatim. Tentu ini sangat bermanfaat dan menjadi kenangan sepanjang masa,” jelas Musa Rajekshah.

Dengan keberadaan rumah yatim ini, lanjut Musa Rajekshah, segala amal perbuatan di tempat ini akan mengalir pahalanya kepada ayahanda dan ibunda dari Hardi Mulyono, serta keluarga besarnya. Ia pun berdoa semoga keluarga yang mewakafkan rumah tersebut terus diberikan kebahagiaan.

Baca juga: Kuartal III 2020, Laba Mandiri Syariah Tembus Lebih dari Rp1 Triliun

Kehadiran Wagub disambut hangat oleh Hardi Mulyono dan keluarga. Diakuinya bahwa warisan yang ditinggalkan oleh orang tua mereka bisa saja hilang begitu saja. Karenanya, agar bisa bermanfaat terutama bagi banyak orang, mereka menggagas pendirian rumah tahfiz yang menampung anak yatim/piatu khususnya di Klambir 5.

BACA JUGA:  Sidak Ke Dinas PU, Ini Pesan Bobby Nasution Untuk Penggunaan Alat Berat

“Dalam rangka ikut membangun desa, sebagaimana yang dicanangkan pemerintah, kami mulai dari desa tempat kami lahir. Insya Allah bisa membawa manfaat bagi masyarakat di Kecamatan Hampran Perak. Mulai dari SD Al Washliyah dan guru-guru muda mampu mendidik anak kita berkarakter dan menguasai ilmu khususnya agama,” jelasnya.

Hardi yang merupakan Rektor UMN Alwashliyah menyampaikan, semua perjalanan hidup yang dilalui mungkin saja tidak berarti. Namun siapapun bisa menjadi apapun jika mau kerja keras, sungguh-sungguh, disiplin dan atas restu orangtua.

“Kita tidak boleh putus asa, meskipun anak kebon, tetapi bisa jadi pemimpin,” kata mantan wartawan dan anggota dewan ini.

Turut hadir dalam kegaitan tersebut, … Baca Selanjutnya di: Realitasonline.id

Komentar

News Feed