BLANGPIDIE – Tanggul beton pengaman tebing sungai di Dusun Sejahtera, Desa Drien Jaloe, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ambruk lebih kurang sepanjang 20 meter akibat dihantam arus air dari sungai (Krueng) Tangan-Tangan sekitar dua pekan lalu. Akibat kerusakan itu, membuat rumah warga sekitar jadi tidak aman.
Kepala Desa (Keuchik) Drien Jaloe, Pardianto, Rabu (11/11) mengatakan, dengan ambruknya tanggul tersebut, rumah warga yang hanya beberapa meter dari tebing sungai bakal terancam diterjang air. Pasalnya, dilokasi tanggul itu merupakan patahan tikungan alur sungai.
Selama ini, lanjutnya, warga secara swadaya melakukan pemasangan pancang bambu dan karung berisi pasir agar air tidak secara langsung menghantam dinding tanggul yang dibangun sejak tahun 2017 lalu menggunakan dana desa.
Baca juga: 4 Orang Positif Covid, Pelayanan Poliklinik RSUD Singkil Berjalan Seperti Biasa
Akan tetapi, kekuatan arus air tidak mampu ditahan saat air mulai meluap. Sehingga tanggul beton yang sudah dibangun warga tersebut patah dihantam air. “Selain rumah warga, kilang padi yang hanya berjarak lima meter dari tebing juga terancam terjun ke sungai,” ungkapnya.
Mengenai hal itu, Pardianto yang juga Ketua Tagana Kecamatan Tangan-Tangan mengaku sudah melaporkan secara lisan via phonsel kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) setempat.
“Setelah saya laporkan, katanya pihak BPBK akan segera turun untuk mengecek ke lokasi. Sayangnya, sampai hari ini tak nampak seorangpun dari mereka yang datang untuk meninjau,” tuturnya.
Bahkan, tambah Pardianto, pihak BPBK sempat menyarankan kepadanya untuk membuat permohonan agar langsung menghadap Bupati terkait dengan bencana itu. Tapi Pardianto tidak langsung terburu-buru ke Bupati, baru sebatas membuat surat pemberitahuan yang ditujukan kepada Camat Tangan-Tangan saja agar ditindaklanjuti ke BPBK Abdya.
“Saya buat surat pemberitahuan ke Camat dulu, kalau belum juga ada kejelasan baru kita coba menghadap pak bupati untuk melaporkan masalah tanggul ambruk tersebut,” demikian tandasnya.
Sementara itu, Kepala BPBK Abdya, Amiruddin yang dihubungi terpisah membenarkan bahwa Kepala Desa Drien Jaloe sempat memberitahukan ambruknya tanggul tersebut secara lisan. Namun Amir mengaku kalau saat ini anggaran untuk hal itu sudah tidak ada lagi.
“Makanya, saya menyarankan kepada Kepala Desa (keuchik) untuk membuat permohonan kepada pak bupati mengenai kondisi tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, Amir berjanji akan segera, … Baca Selanjutnya di: Realitasonline.id












Komentar