oleh

Rilis Panduan CHSE Event, Kemenparekraf Berharap EO di Daerah Bangkit dan Event Berkualitas

MEDAN – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) hari ini Rabu (13/10) menggelar talkshow sosialisasi Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE) Protocol Event (CERPEN) untuk penyelenggaraan acara  di Hotel King’s Palace,Medan.

Kota Medan merupakan kota pertama dari rangkaian talk show sosialisasi ke beberapa daerah seperti  Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, dan Lombok .

Sekretaris Deputi Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenkraf Eddy Wardoyo  dalam paparannya mengatakan, dengan adanya panduan Protokol CHSE, para penyelenggara acara dapat bergairah lagi menggelar event-event setelah hampir dua tahun dilanda pandemi Covid-19.

“Panduan Protokol CHSE ini sebuah edukasi bagi teman-teman EO. Kita juga ingin sebuah event yang berkualitas, tidak sekadar tontonan biasa, tidak sekadar hura-hura,” ujarnya.

BACA JUGA:  Lunasi Hutang, Advokat Rohmat Selamat Minta BUMD Kabupaten Bogor Segera Jual Aset

Pihaknya telah menyiapkan sebuah panduan bagi EO sejak pra-event hingga pasca event.

Dijelaskan, sosialisasi CHSE tidak hanya berfokus untuk mempersiapkan destinasi event dan pelaku event dalam memahami protokol kesehatan dan perizinan pelaksanaan kegiatan. Sosialisasi ini juga menargetkan industri kreatif lokal untuk terus berinovasi dalam menyelenggarakan acara seni dan budaya, dengan terus mematuhi protokol kesehatan.

Eddy menggarisbawahi, pihaknya lebih berfokus kepada event-event yang bisa mendorong industri pariwisata, kebudayaan dan UMKM. Kemenparekraf dalam hal ini siap mendukung dalam hal CHSE dan promosi event dimaksud.Tak hanya itu, pihaknya juga mensupport sport-tourism.

Eddy juga mengungkapkan Kemenparekraf  bersama sejumlah komintas telah menggelar pembicaraan V Call dengan Polri terkait izin penyelenggaraan acara agar protokol CHSE ini sejalan dengan perizinan dan juga dengan Dinas terkait retribusi serta dengan Satgas Covid-19. Hal ini untuk mendorong bangkitnya kembali event-event di tanah air.

BACA JUGA:  Tim Gabungan Pemko Medan Sosialisasikan PPKM Darurat

Sosialisasi diselenggarakan di beberapa kota yang selama ini diketahui potensial dalam menyelenggarakan acara, salah satunya Sumatera Utara khususnya Kota Medan.

Khusus di Sumut sendiri  dalam waktu dekat bakal diselenggarakan Toba Caldera World Music Festival.

Pemusik Irwansyah Harahap selaku Direktur Toba Kaldera World Music Festival dalam kesempatan itu menyebutkan pihaknya sedang menyusun line-up penampil , selain pemusik lokal dan nasional juga artis artis world music internasional.

Dalam waktu dekat, Irwansyah akan berangkat ke Portugal mengikuti festival word-music terbesar di dunia di Kota Porto. Dia berharap di sana akan menemukan talent-talent dunia untuk ikut menyemarakkan Toba Kaldera Word Music Festival.

BACA JUGA:  PT MAI Salurkan Zakat Mal Kepada 114 Kaum Dhuafa Di Kecamatan Hutaraja Tinggi 

Event Planner Konser Musik, Glenn Biondi Hutajulu, yang sukses menggelar Samosir Music Internasional (SMI)  bersama Henry Manik menyambut baik adanya protokol CHSE Event. Dia berharap event SMI yang seharusnya dialksanakan pada Agustus 2020 lalu itu bisa segera dilaksanakan kembali karena pada penyelenggaraan terakhir berlangsung sukses dari segi jumlah penonton yang mencapai sekitar 20.000 orang. Glenn juga mengatakan event SMI telah menjadi kalender tetap sehingga kehadirannya ditunggu-tunggu oleh masyarakat dunia.

OM – akbar aldi kautsar 

Komentar

News Feed