Harga Karet di Pahae Masih Meroket
TARUTUNG – realitasonline.id | Mayoritas masyarakat Luat Pahae dari dulu dikenal sebagai petani karet, namun ditengah harga jual tak stabil bahkan terus merugi. Akhirnya sebagian petani mengganti tanaman lain dengan menebang pohon karetnya.
“Itu fakta tak terpungkiri, dipicu harga jual tak sesuai dengan biaya produksi, petani menebang pohon karet miliknya dan mengganti dengan tanaman pisang,” ujar Rasmi Ritonga.
Warga Simangumban Pahae ini memiliki kisaran 30 hektar lahan tanaman karet dan sudah berproduksi. Namun demikian ditengah harga yang tak menentu, ia tetap mempertahankan pohon karetnya.
Yang terjadi, nyatanya dua bulan belakangan harga komoditas karet di kalangan petani rakyat Pahae meroket, hingga mencapai Rp 12.000 – Rp 13.000 per kilogram.
Seperti diberitakan Realitasonline.id sebulan lalu, bahwa sejak Januari 2021 harga jual karet petani untuk kualitas 62 persen mencapai Rp 11.000 – Rp 12.000 per kilogram.
“Harga jual karet petani hingga saat ini masih berkutat diharga Rp 12.000,” ujar Rasmi Ritonga saat dihubungi Realitasonline.id, Sabtu (13/3).
Melalui aplikasi WhatsApp, Rasmi Ritonga yang juga ketua KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan) Taput menyebutkan, harga karet saat ini di pabrik notering untuk K3 atau kualitas seratus persen kisaran Rp. 22.300 /kg.
Menurut Rasmi, rata-rata kualitas karet petani Pahae berkisar 62 persen artinya belum kering masih berair dan kotor terjual seharga Rp 13.000 harga pabrikan.
“Namun secara umum, petani menjual ke pengumpul dari luar kota, harga paling tinggi Rp 12.000 /kg,” jelasnya.
Selaku ketua KTNA, Rasmi Ritonga mengatakan meroketnya harga karet yang terjadi akhir-akhir ini kembali menggairahkan semangat petani karet di Pahae.
“Dengan harga jual naik, petani yang selama ini terkesan menelantarkan pohon karetnya, kembali diusahai atau dideres. Namun itu tadi, sebagai dampak harga anjlok jauh-jauh sebelumnya ada banyak petani menebang pohon karet mengganti dengan tanaman lain,” terang Rasmi.
Senada, Simorangkir salah seorang petani karet di Pahae Jae mengaku harga jual karet terdongkrak naik drastis.
“Saya agak terlambat “manderes”, karena mendahulukan menyelesaikan panen padi,” katanya.
Namun dia menyebut dalam seminggu belakangan telah mulai berkegiatan melakukan deres pohon karetnya. (MN)












Komentar