Beberapa hari lalu para mahasiswa itu juga pernah datang melakukan demo ke Gedung DPRK Bireuen di Jalan Malahayati. Tapi ketika mereka untuk demo jilid ll, di gedung dewan itu sedang berlangsung Rapat Paripurna HUT Kabupaten Bireuen ke-21, sehingga pendemo dihalang untuk tidak masuk ke halaman gedung rakyat itu.
Di luar pagar terlihat sekitar seribuan mahasiswa berorasi. Mereka sempat membakar ban bekas serta satu benda yang menyerupai keranda mati. Pada keranda itu bertempel foto Puan Maharani.
Baca juga: Tolak UU Omnibus Law Ciptaker, Alpema Paluta Demo ke DPRD
Aksi demo itu sempat ricuh karena anak anak mahasiswa dihalangi untuk masuk Gedung DPRK Bireuen. Sehingga terjadilah aksi dobrak pintu gerbang yang dikawal ketat puluhan petugas keamanan.
Namun aksi itu reda setelah ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar SSos bersedia menjumpai mahasiswa. Bersama ketua DPRK Bireuen itu juga terlihat beberapa politisi lainnya. Tidak lama kemudian disusul pula oleh Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani menjumpai para mahasiswa.
Kemudian dengan diiringi lantunan Selawat Badar, Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani dan Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar membubuhi tanda tangan menolak UU Cipta Kerja.
Baca juga : Ketua KAMI Medan Ditangkap
Adapun bunyi petisi Tolak UU Cipta Kerja yang ditandatangani Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani dan Ketua DPRK Rusyidi Mukhtar;
1) Menolak pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja.
2) Mendesak Presiden RI untuk menerbitkan PERPPU.
3) Mengecam pihak pihak yang menyetujui Omnibus Law Cipta Kerja.
4) Menolak penyederhanaan regulasi terkait perizinan Amdal dan aturan pertambangan yang mengancam kelestarian sumber daya alam (SDA) jangka panjang serta, … Baca Selanjutnya di : Realitasonline.id












Komentar