oleh

Pasar Murah Diserbu Warga, Dedi Jaminsyah dan Yosi Wujudkan Komitmen Bobby Nasution

Pasar Murah Diserbu Warga, Dedi Jaminsyah dan Yosi Wujudkan Komitmen Bobby Nasution

MEDAN – Sejak Jumat pagi (11/9/26) suasana di lokasi Pasar Murah Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumatera Utara di Jalan Gatot Subroto, Medan, tampak berbeda dari biasanya.

Warga datang silih berganti. Mereka bukan hanya berasal dari lingkungan sekitar. Sejumlah masyarakat bahkan datang dari berbagai kawasan di Kota Medan dan sekitarnya untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Antusiasme itu menjadi gambaran sederhana tentang arti pasar murah bagi masyarakat ketika harga bahan pangan masih menjadi perhatian rumah tangga.

Pasar murah seperti ini digelar secara rutin oleh dinas tersebut di sejumlah kabupaten kota bahkan sampai ke kepulauan Nias

Di balik ramainya pasar murah tersebut, terdapat kerja cepat jajaran Disperindag ESDM Sumut yang dipimpin Dedi Jaminsyah Putra Harahap, S.STP, M.SP, dengan pelaksanaan kegiatan di lapangan dikoordinasikan oleh Sekretaris Disperindag ESDM Sumut Yosi Sukmono.

Kegiatan pasar murah ini merupakan bagian dari implementasi arahan dan komitmen Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution untuk memperkuat langkah pengendalian harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat.

BACA JUGA:  Berita Duka, Feri Saut Simanjuntak Jadi Korban Tembak

Komoditas seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya tersedia dengan harga di bawah harga pasar.

Sejak dibuka hingga sore hari, warga terus berdatangan. Mereka membawa kebutuhan masing-masing dan pulang dengan harapan yang sama: pasar murah seperti ini dapat terus dilakukan.

Menariknya, pasar murah tersebut tidak hanya menarik perhatian masyarakat di sekitar lokasi. Warga dari kawasan Klambir V, Simalingkar, Johor, Gedung Johor, Medan Tembung hingga Tanjung Morawa disebut turut datang untuk memanfaatkan kesempatan membeli bahan pokok dengan harga lebih ringan.

Bagi Wulan, warga Klambir V, selisih harga sejumlah kebutuhan pokok sangat membantu pengeluaran keluarga.

“Kalau bisa pasar murah seperti ini lebih sering dilakukan. Kami sangat terbantu, apalagi kebutuhan rumah tangga sekarang banyak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Suryani. Menurutnya, pasar murah memberi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat memperbanyak titik pelaksanaan pasar murah sehingga masyarakat di berbagai kawasan dapat memperoleh akses yang sama.

Sementara Hadijah mengaku sengaja datang setelah mendapatkan informasi mengenai kegiatan tersebut. Ia berharap frekuensi pasar murah dapat ditingkatkan.

BACA JUGA:  Anggaran Pembebasan Tanah, Normalisasi Sungai Bedera Jadi Rp45 M

“Terima kasih kepada Pak Gubernur. Kami berharap pasar murah ini diperbanyak tempatnya dan sering dilakukan. Kalau memungkinkan, harganya bisa ditekan lagi supaya lebih membantu masyarakat,” katanya.

Aspirasi warga tersebut menjadi catatan penting. Pasar murah bukan sekadar kegiatan distribusi komoditas pangan, melainkan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.

Kepala Disperindag ESDM Sumut Dedi Jaminsyah Putra Harahap, S.STP, M.SP mengatakan, pelaksanaan pasar murah merupakan bagian dari langkah nyata menindaklanjuti arahan Gubernur Bobby Nasution dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Menurutnya, ketika masyarakat menghadapi tekanan akibat fluktuasi harga pangan, pemerintah harus hadir melalui langkah yang dapat langsung dirasakan.

“Ini merupakan implementasi arahan dan komitmen Bapak Gubernur Sumatera Utara untuk terus melakukan upaya pengendalian harga dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Dedi menegaskan, Disperindag ESDM Sumut sebagai perangkat daerah yang memiliki peran strategis dalam sektor perdagangan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung program pengendalian harga.

Kerja tersebut, katanya, membutuhkan kolaborasi agar ketersediaan komoditas dan jalur distribusi dapat terus terjaga.

BACA JUGA:  Pemkab Sergai, BINDA, dan Ormas Kolaborasi Gelar Vaksinasi

Sementara itu, Yosi Sukmono, yang mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan di lapangan, memastikan pasar murah berjalan tertib sejak pagi hingga sore hari.

Antusiasme masyarakat, menurutnya, menjadi gambaran bahwa program seperti ini memiliki manfaat langsung dan perlu terus dievaluasi untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Pasar murah yang ramai didatangi warga dari berbagai penjuru Kota Medan itu pada akhirnya memperlihatkan satu hal: ketika kebijakan pemerintah diterjemahkan secara cepat oleh birokrasi, manfaatnya dapat langsung sampai kepada masyarakat.

Bobby Nasution memberikan arah dan komitmen pengendalian harga. Dedi Jaminsyah Putra Harahap, S.STP, M.SP, bersama jajaran Disperindag ESDM Sumut kemudian menerjemahkannya ke dalam kerja lapangan, dengan Yosi Sukmono memastikan pelaksanaannya berjalan.

Dan dari antrean warga sejak pagi hingga sore, muncul pesan yang sederhana tetapi kuat: masyarakat mengapresiasi pasar murah, sekaligus berharap pemerintah terus memperbanyak titik, meningkatkan frekuensi, dan sejauh memungkinkan menghadirkan harga yang semakin terjangkau.

Sebab, bagi masyarakat, stabilitas harga bukan sekadar angka dalam laporan. Ia adalah soal apa yang benar-benar dapat dibawa pulang ke meja makan keluarga.

News Feed