oleh

Sadis! Adik Bunuh Abang Gegara Tak Terima Ibu Dicekik

TARUTUNG – realitasonline.id | Menggunakan kayu, Swandi Nababan (19) tega meyudahi nyawa abang kandungnya Ambronsus Nababan (34). Peristiwa pembunuhan terjadi Rabu (10/3) sekitar pukul 18.30 Wib di Dusun Pangaloan Desa Paniaran Kecamatan Siborongborong Tapanuli Utara.

Kapolres Taput AKBP Muhammad Saleh SIK MM melalui Kasubbag Humas Walpon Baringbing membenarkan kejadian pembunuhan tersebut.

Tersangka Swandi tega membunuh abangnya Ambronsus karena tidak tega melihat kelakuan abangnya terhadap ibu kandung mereka. Ambronsus, sebut Walpon Baringbing tidak terima melihat perlakuan korban yang mencekik ibu mereka.

BACA JUGA:  Tutup Pintu Bagi Penerus Megawati di Luar Trah Sukarno

Terang Walpon, dari hasil pemeriksaan saksi maupun tersangka, kejadian berawal ,  korban AN mendatangi ibunya Fine Tampubolon (61) kerumahnya dengan marah-marah tanpa sebab. Saat itu Swandi Nababan bersama Siheri Nababan berada dalam rumah.

Korban AN. (Realitasonline/Ist)

Korban tidak perduli dengan dua orang adiknya langsung mencekik leher ibunya dan hendak menusuk pakai gunting yang sudah dipersiapkan. Melihat tindakan korban tejadap ibu mereka, Suheri Nababan menangkap korban dan melarang serta mengevakuasi ibunya keluar rumah.

Namun korban masih berusaha untuk mengejar ibunya, melihat itu Swandi Nababan tidak terima dan langsung mengambil kayu dari samping rumah dan memukul kepala korban sebanyak 6 kali hingga korban terkapar dan tewas di tempat.

BACA JUGA:  Polri Permudah Masyarakat Sampaikan Informasi dan Pengaduan

Mengetahui abangnya (korban) tewas, tersangka (Swandi) langsung menyerahkan diri ke Polsek Siborongborong.

Korban (AN), tersangka (SN) dan saksi Suheri Nababan abang beradik kandung. Anak dari Fine Tampubolon dan ayah Arli Nababan, kata Walpon.

Namun saat kejadian ayah mereka atau suami Fine Tampubolon, Arli Nababan (63) tidak berada ditempat kejadian, disebut masih bekerja di kebun.

Dari keterangan yang diperoleh dari saksi-saksi lain, disebut korban selama ini selalu bertindak jahat sama orang tuanya. Sering bertindak dan mengancam-ancam ibunya tanpa diketahui alasan pasti.

BACA JUGA:  Khutbah Jumat di Masjid Agung Medan: Senator Dedi Iskandar Serukan Persatuan Umat di Tengah Perbedaan

Korban yang sudah berkeluarga memiliki 2 orang anak tinggal berdekatan dengan rumah orang tuanya, sebut Walpon. Sementara tersangka dan Suheri Nababan yang masih lajang tinggal serumah dengan orang tuanya.

Pihak Polres, terang Walpon Baringbing telah melakukan olah TKP. Mengamankan barang bukti serta membawa korban ke RSU untuk dilakukan visum.

“Tersangka sudah kita amankan di Polsek Siborongborong guna kepentingan penyidikan,” kata Kasubbag Humas Polres Taput ini. (MN) 

Komentar

News Feed