oleh

Pasca Kantor Dinas Pertanian Langkat Didemo, Petugas IB Dipaksa Buat Surat Pernyataan

STABAT – realitasonline.id | Seluruh petugas IB (Inseminasi Buatan) yang berada di wilayah pemerintahan Kabupaten Langkat dipaksa untuk membuat surat pernyataan bahwa uang yang diserahkan merupakan bantuan cuma-cuma. Kejadian ini merupakan buntut dari adanya aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa terkait dugaan praktik uang pelicin dalam pengangkatan tenaga honorer di Dinas Pertanian Langkat.

“Mereka (petugas IB) dipanggil dan disuruh buat surat pernyataan bahwasanya uang yang diserahkan tersebut merupakan bentuk sumbangan secara cuma-cuma,” kata salah seorang pegawai di Dinas Pertanian Langkat yang enggan disebutkan namanya, Rabu (10/3) siang.

BACA JUGA:  Program PKL Mahasiswa FISIP USU, Pemberdayan Remaja: Inovasi Mengembangkan Potensi Remaja Desa Sei Semayang

Kata pegawai tersebut, seluruh petugas IB langsung dipanggil oleh Kabid berinisial JG di Dinas Pertanian Langkat. Mereka dikumpulkan untuk membantah tudingan yang menyebutkan adanya penyerahan uang pelicin pengangkatan tenaga honorer di Dinas Pertanian Langkat.

“Mereka dipaksa buat surat pernyataan, makanya sekarang mereka diam aja. Karena mereka takut gak dapat lagi bantuan berupa obat-obatan dari Dinas Pertanian dan Peternakan,” ucapnya.

BACA JUGA:  Satika Simamora Sang Pejuang Kaum Tenun Ulos Tapanuli Utara

Diberitakan sebelumnya sejumlah mahasiswa pernah menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pertanian Langkat, belum lama ini. Dalam orasinya, massa meminta Kabid JG untuk mengklarifikasi kebenaran tentang dugaan uang pelicin dalam pengangkatan honorer tersebut.

Di depan pengunjuk rasa, Kabid JG mengatakan dirinya beserta kadis sudah melakukan klarifikasi atas tuduhan ini ke Bupati Langkat. Dimana ketika ada pengangkatan honorer, dia mengaku masih menjabat sebagai Kasubbag Umum di tahun 2019.

BACA JUGA:  Edy Rahmayadi Harapkan PKS Beri Pelayanan Masyarakat

Sementara itu, menurut salah seorang petugas IB yang dimintai uang pelicin justru memberikan keterangan sebaliknya. Dia disuruh untuk menyerahkan uang senilai Rp 3 juta dengan iming-iming akan dipekerjakan sebagai honorer. (R.ma)

Komentar

News Feed