Manasik Haji Akbar Bank Sumut, Bukti Komitmen Layani Umat
Oleh Zulfikar Tanjung
“Terus terang kami merasa bahagia diberikan fasilitas seperti ini.”
Ungkapan tulus itu disampaikan Syukur Soripada Nasution, salah seorang calon jemaah haji asal Panyabungan, Mandailing Natal, mewakili ribuan nasabah Tabungan iB Smart Makbul Bank Sumut yang mengikuti Manasik Haji Akbar di Asrama Haji Medan.
Ucapan Syukur menjadi refleksi rasa syukur dan apresiasi jemaah terhadap layanan yang tidak hanya administratif, namun menyentuh sisi spiritual dan kemanusiaan.
Sebanyak 1.626 jemaah calon haji tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi dari seluruh pelosok Sumatera Utara hadir dalam manasik yang digelar Bank Sumut melalui Unit Usaha Syariah (UUS).
Pelaksanaan manasik berlangsung dalam dua tahap, yaitu 8–10 April untuk 584 jemaah dan 14–16 April untuk 1.042 jemaah, bertempat di Gedung Madinatul Hujjaj, Asrama Haji Medan.
Manasik ini bukan sekadar agenda rutin, tapi simbol dedikasi Bank Sumut dalam membina nasabahnya hingga siap lahir batin menuju Tanah Suci. Layanan yang diberikan, mulai dari materi manasik, kelengkapan ibadah, hingga perhatian personal bagi jemaah dari luar kota, menunjukkan komitmen Bank Sumut untuk melayani umat secara utuh.
Direktur Utama Bank Sumut, Babay Parid Wazdi, menegaskan bahwa pelaksanaan Manasik Haji Akbar merupakan bentuk tanggung jawab moral dan profesional Bank Sumut sebagai Bank Pembangunan Daerah. “Ini bukan sekadar pelayanan keuangan, tapi tanggung jawab spiritual bagi masyarakat yang mempercayakan tabungan hajinya kepada kami,” ujar Babay.
Bank Sumut menyediakan berbagai fasilitas penunjang ibadah haji seperti tas, payung, dan perangkat lain yang bermanfaat langsung bagi jemaah. Pelayanan ini, menurut Syukur Soripada, menjadi penyegar di tengah lelahnya perjalanan jemaah dari daerah.
Tidak berlebihan jika Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Fadlul Imansyah, menyebut Bank Sumut sebagai pionir di kalangan perbankan nasional dalam memberikan layanan haji. “Bank Sumut salah satu pelopor pelaksanaan manasik haji yang terstruktur, profesional, dan menyentuh langsung kebutuhan jemaah. Ini layak menjadi contoh bagi BPD lain di Indonesia,” katanya.
Apresiasi juga datang dari berbagai pihak yang hadir, mulai dari jajaran direksi Bank Sumut, perwakilan Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Sumut, hingga pihak maskapai. Kehadiran mereka mempertegas bahwa pelayanan haji adalah kerja kolaboratif yang menyentuh urusan ibadah, ekonomi, dan pelayanan publik.
Lebih dari sekadar pelaksanaan teknis, Manasik Haji Akbar ini mencerminkan paradigma baru dalam layanan perbankan syariah: tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra spiritual yang mendampingi umat menuju Baitullah. Dengan pendekatan humanis, profesionalisme tinggi, dan semangat melayani, Bank Sumut membuktikan bahwa pelayanan haji bisa dilakukan dengan penuh kasih dan tanggung jawab.
Bank Sumut kini tak hanya menjadi bank kebanggaan daerah, tetapi juga mitra kepercayaan umat dalam menggapai ibadah tertinggi dalam Islam. Ini adalah laku nyata bahwa melayani dengan hati akan selalu menyentuh dan menginspirasi. (*)











